Saturday, January 14, 2012

Rahasia Sehat Dan Primanya Rasulullah

Posted by Tia Roozanty at 2:39 AM
Reactions: 

Sebenarnya bukan rahasia lagi, tapi jika judulnya rahasia jadi makin menarik. Biasalah manusia suka sama yang rahasia rahasiaan :D !!!

Sungguh beruntung kaum muslimin, dimana Allah dan Rasul-Nya telah memberikan bimbingan dan contoh-contoh untuk diteladani umat muslim tentang segala aspek kehidupan. Termasuk dalam hal kesehatan.

Selama hidupnya Rasulullah SAW hanya mengalami 2 kali sakit. Yang pertama Beliau sakit pada saat makan-makanan daging kambing yang diracun oleh wanita Yahudi, kemudian diberitahu Oleh Malaikat Jibril agar berbekam disekitar Al-akhda'iin (Urat dikedua sisi leher), Al-Kaahil (punuk), Al-katifain (kedua bahu) dan 'ala ra'sun (atas kepala). Yang kedua Rasulullah sakit menjelang wafat.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa Rasulullah memiliki daya tahan yang sangat luar biasa. Kalau kita lihat kondisi timur tengah pada saat itu terbilang sangat keras, tandus, dan kondisi alam yang sangat kurang bersahabat. Apalagi Rasulullah beberapa kali melakukan peperangan selama masa hidupnya. Rasulullah jarang sakit karena sangat menekankan aspek pencegahan daripada pengobatan Yang menjadi pertanyaan mengapa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam jarang sekali sakit.

Inilah kebiasaan Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa Sallam yang selalu tampil prima :

1. Asupan awal ke tubuh Rasulullah adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan
melaksanakan shalat malam. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara sepertiga malam terakhir
sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk
mengoptimalkan metabolism tubuh. Subhanallah!!

2. Mandi pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan tidak gemuk (maksudnya gak semua karena papahku buncit, tidak terlalu gemuk tidak kurus tapi sehat, kolesterolnya juga bagus).


Setelah mandi lalu berangkat ke musholah atau masjid dengan berjalan kaki guna menunaikan sholat subuh berjama'ah, menurut saya juga sangat sehat terutama untuk kesehatan tulang.

Pagi hari, Rasulullah juga menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi.

3. Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).

4. Saat sholat subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlunya kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir ke ruang tersebut.

5. Di pagi hari, Rasulullah membuka menu dengan segelas air sejuk yang dicampur sesendok madu
asli. Yang sangat baik untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan
sembelit, wasir dan peradangan.

6. Rasulullah sangat selektif dalam hal makanan, tidak ada satupun makanan yang masuk kedalam mulut subhat (meragukan) apalagi haram. Makanan yang masuk ke mulut Rasulullah selalu Halal dan Thayyib. Kesukaan Beliau adalah meminum madu yang bercampur dengan air, Habbatusauda, dan berbekam. Madu sangat baik untuk pencernaan dan membersihkan kelenjar ludah.

Sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir r.a dan dari Ibnu Abbas r.a, bahwasannya Rasululllah Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :

"Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan"
"Sesungguhnya Habbatussauda ini merupakan penyembuh dari segala macam penyakit, kecuali As sam". Saat aku tanyakan, kata Aisyah, "apa itu As sam?", Rasulullah menjawab "As sam ialah kematian"

(Hadits riwayat Bukhari)

Madu, Habbatusauda, Bekam adalah adalah andalan orang orang terdahulu.

7. Ketika waktu dhuha, Rasulullah senantiasa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa (matang). Rasulullah Shalallhu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Barangsiapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun."

8. Menjelang sore, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun yang dimakan dengan
roti. Ini bermamfaat untuk mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit,
menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

9. Malam harinya menu utama beliau adalah sayur-sayuran. Jangan sesekali meninggalkan makan malam. Barang siapa yang meninggalkan makan malam dia akan dimakan usia dan kolesterol dalam badan akan berganda. Ini harus dilihat kebiasaan Rasulullah dalam makan malam. Beliau membiasakan menu utama makan malamnya adalah sayur-sayuran. Itu kunci sehatnya.

10. Rasulullah SAW mengajarkan makan itu sedikit saja, maksimal 1/3 bagian dari kapasitas perut. Ini cukup untuk menunjang kerja sehari-hari (menegakkan tulang sulbinya).

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Tiadalah anak Adam itu mengisi bejana yang lebih jelek dari perut. Cukuplah beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang sulbinya jika ingin dipenuhkan, hendaknya perut dibagi tiga, 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 untuk pernafasan (udara)."

(HR Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, Hakim)

Bagaimana jika pekerjaannya terlalu berat, menuntut energi lebih besar, misalnya tukang bangunan, kuli pelabuhan ? Porsinya tetap sedikit hanya frekuensinya yang bertambah, bisa 4 – 5 kali makan.

"Orang beriman itu makan dalam 1 usus, sedang orang kafir makan dalam 7 usus."

(HR Bukhari-Muslim)

Tentu usus manusia itu hanya satu. Makna 1 usus dan 7 usus adalah, jika orang beriman itu makannya sedikit, hanya mengisi sebagian kecil dari kapasitas perutnya, sementara orang kafir sepanjang lambung dan ususnya dipenuhi oleh makanan.

Cara makan dipakai sebagai pembeda antara ciri-ciri orang beriman (umat Muslim) dengan orang kafir. Makannya orang Muslim itu sedikit dan sederhana, sedangkan orang kafir berfoya-foya. Mereka hidup di dunia ini hanya untuk memenuhi nafsu makannya.

Sehat adalah 'Makan Sedikit' . Allah berfirman dalam Surat Al A'raf ayat 31 :

"Makan dan minumlah tapi jangan berlebihan, karena Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan"

Makanlah sebelum terlalu lapar, dan berhentilah makan sebelum kenyang. Rasulullah biasanya hanya makan untuk beberapa suap saja. Namun beliau memang sering makan. Jadi tidak mengikuti pola makan pagi siang malam seperti yang banyak diikuti orang sekarang.

Sesungguhnya beranekaragam buah, sayuran, ikan itu barokah, kecuali jika dimakan berlebihan, barokahnya bisa hilang, bahkan muncul mudharat, penyakit. Manusia mempunyai kecenderungan memuaskan nafsu makannya, dan nafsu lainnya.

Dalam Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

"Sesungguhnya nafsu menyuruh kearah kejahatan......."

(QS. Yusuf : 55)

11. Makan dalam keadaan tenang, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo sedang. Apa hikmahnya? Tata cara makan seperti ini akan menghindarkan dari tersedak, tergigit, kerja organ pencernaan akan lebih ringan dan makananpun dapat dikunyah lebih baik sehingga organ pencernaan bisa lebih sempurna. Makanan yang tidak dikunyah dengan baik akan sulit dicerna dan dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan kanker di usus besar.

Sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam :

"Jangan kalian minum dengan sekali teguk seperti minumnya unta, namun minumlah dengan dau atau tiga kali teguk. Ucapkanlah Bismillah jika kalian minum dan Alhamdulillah jika kalian selesai"

(HR. Tirmidzi)

12. Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Diantara sunnah Rasulullah SAW adalah makan dengan menggunakan tangan kanannya. Beliau memakan makanannya dengan tiga jari, lalu menjilati ketiga jari tersebut sebelum membersihkannya. Dan bila ada satu suap makanan terjatuh dari tangan Rasul, beliau tidak akan meninggalkan makanan tersebut, melainkan mengambilnya dari tanah, lalu membersihkannya dan memakannya.


Hal tersebut di atas sesuai tertuang dalam sabda Rasulullah,

"Jika satu suap makanan salah seorang diantara kalian jatuh, ambillah, lalu bersihkan kotorannya, jangan biarkan untuk setan. Jangan membersihkan tangannya dengan sapu tangan, namun jilatlah jari-jarinya karena dia tidak mengetahui bagian mana dari makanannya yang mengandung keberkahan."

(HR. Muslim)

Ahli saintis juga telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur (enzyme sejenis alat percerna makanan).

13. Rasulullah SAW mencegah kita makan ikan bersama susu karena akan cepat mendapat penyakit. Tidak makan makanan darat bercampur dengan makanan laut. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ (positif) sedangkan dalam ikan mengandung ion- (negatif), jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.

14. Rasulullah SAW tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktifitas terlebih dahulu, misalnya dengan shalat. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Cairkan makanan kalian dengan berzikir kepada Allah swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras."

(HR. Abu Nu'aim dari Aisyah r.a)

15. Tidur 1 jam setelah makan tengah hari. Ada 2 pengertian dalam hal ini. Pertama,apabila harus tidur setelah makan (siang atau malam), ahli kesehatan juga menganjurkan, silahkan tidur setelah usai makan 1 jam. Rasulullah SAW menganjurkan setelah makan sebaiknya kita beraktivitas dahulu, supaya makanan mulai dikonsumsi oleh lambung. Dan aktivitas yang dianjurkan adalah sholat dan berdzikir.

Kedua, apabila biasa tidur siang, maka tidurlah selama 1 jam - sampai tiba waktu Ashar. Jadi, tidur dimulai setelah makan siang, yang lalu diikuti dengan sholat Dzhuhur atau sebaliknya, sholat Dzhuhur dahulu, lantas makan - kemudian diikuti dengan sholat sunnah dan dzikir, yang artinya mulai tidur siang itu sekitar pukul 14 - dan nanti bangunnya sekitar pukul 15, menjelang waktu Ashar.

16. Rasulullah sering menyempatkan waktu untuk berolahraga. Terkadang sambil bermain bersama anak dan cucu-cucunya.

17. Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya
bisa bangun lebih pagi.

Cepat tidur dan cepat bangun. Rasulullah tidur pada awal waktu dan bangun pada pertengahan malam kedua. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan, tidak pula menahan diri untuk sekedar yang dibutuhkan.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Daniel F. Kripke, professor yang ahli dalam bidang psikiatri dari Universitas California, tampaknya sangat menarik untuk diungkapkan. Penelitain tersebut dilakukan di Jepang dan AS selama 6 tahun dengan responden berusia 30-120 tahun mengatakan bahwa orang yang biasa tidur 8 jam sehari akan memiliki resiko kematian lebih cepat. Berlawanan dengan orang yang biasa tidur dengan 6-7 jam sehari. Hal itu Rasulullah SAW telah contohkan 14 abad yang lalu. Jadi Rasulullah SAW tidak tidur lebih dari 8 jam.

Cara tidur Rasulullah pun sarat dengan makna. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam buku At-thibbun Nabawi mengungkapkan bahwa Beliau tidur dengan memiringkan tubuh ke kanan sambil berdzikir hingga matanya terasa berat, terkadang beliau memiringkan badannya ke kiri sebentar untuk kemudian kembali ke sebelah kanan kembali.

Penelitian menunjukan tidur dengan cara tersebut merupakan tidur cara yang paling efisien karena pada saat itu, makanan bisa berada dalam posisi yang pas dengan lambung sehingga dapat mengendap secara proporsional. Lalu beralih ke sebelah kiri sebentar agar proses-proses pencernaan makanan lebih cepat karena lambung mengarah ke lever, baru kemudian berbalik kea rah kanan hingga akhir tidur agar makanan lebih cepat tersuplai ke lambung. Hikmah lainnya tidur dengan miring ke kanan menyebabkan Rasulullah lebih mudah bangun sholat malam.

18. Istiqamah melakukan shaum sunnah. Seperti senin-kamis, shaum Daud, Shaum syawal dan lainnya. Shaum merupakan perisai terhadap berbagai macam penyakit jasmani dan ruhani. Dengan shaum bisa melebur ampas makanan dan menahan dari makanan berbahaya. Shaumpun menjadi obat penenang bagi stamina dan organ tubuh sehingga energinya tetap terjaga, berkhasiat untuk menenangkan jantung baik secara langsung maupun tidak langsung dan sangat ampuh untuk detosifikasi (pembersihan) racun dari dalam tubuh yang sifatnya menyeluruh, meliputi kegiatan fisik, emosi, dan spiritual.

19. Bersuci, berkhitan dan tersenyum juga merupakan ikhtiar untuk mendapatkan kesehatan

20. Hal yang tak kalah penting dari ikhtiar Rasulullah adalah sangat mantap dalam ibadahnya. Khusunya dalam shalat, Beliaupun mempunyai keterampilan yang sempurna dalam mengelola emosi, fikiran, perasaan, dan mengintensifkan hubungan dengan Dzat yang Maha Rahman yang akan menentukan kualitas kesehatan seseorang. Tidak hanya kesehatan jasmani, namun juga rohani.


Penjelasan diatas hanya sebagian kebiasaan Rasulullah yang dapat menunjang kesehatan. Sangat patut untuk dicontoh dalam pola hidup kita yang serba modern dan instan. Diawali dengan pagi yang sehat sehingga memperoleh hari-hari yang sehat. Badan sehat ibadah pun mudah.

Dalam hadist riwayat Tarmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah saw bersabda,

"Barangsiapa diantara kalian mendapati pagi dalam keadaan sehat wal afiat pada tubuhnya, aman dalam perjalanannya dan memiliki makanan untuk hari yang akan dilaluinya, maka seakan-akan dunia ini menjadi miliknya."

Yuukk, kita lakukan. Semoga dengan melakukan kebiasaan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam ini Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa melimpahkan kesehatan kepada kita. Aamiin...

Wallahu a'lam







Sumber :
• http://jarijaritangan.wordpress.com/2010/12/23/hikmah-makan-menggunakan-jari-tangan/
• http://m.tnol.co.id/spiritual-psychology/5658-diet-ala-rasulullah-saw.html
• http://www.facebook.com/note.php?note_id=85816016299
• http://id.shvoong.com/medicine-and-health/diet-and-exercise/2116679-diet-sehat-ala-rasulullah/

2 comments:

AJID CAHYADI said...

-soal tidur miring kekanan itu jg bermanfaat untuk jantung kita, jantung berada di dada sebelah kiri, dengan tidur miring kekanan, jantung bisa istirahat sejenak, tidur seperti ini jg bagus untuk yang mengidap sakit asma
-tambahan sedikit, rosul jg melarang umatnya makan / minum sambil berdiri, ternyata menurut dokter bs menghindarkan dari penyakit usus buntu, seperti diketahui usus buntu terletak -+ di pinggang sblah kanan, jika kita makan dlm posisi duduk maka usus itu akan tertekuk dan sisa makanan yg kita makan akan langsung mengarah ke usus besar/usus pembuangan, lain halnya jika makan sambil berdiri maka usus buntu itu dalam keadaan terbuka, dan sisa makanan dpt dgn mudah masuk, krn buntu maka sisa2 makanan itu akan membusuk dan menyebabkan penyakit, untuk sembuhnya hrs dgn jalan operasi (potong usus) hii,pasti sakit tu rasanya...

Roozanty said...

Alhamdulillah ditambahin, tengkyu...

Post a Comment

 

My story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review