Tuesday, January 17, 2012

Keajaiban Penciptaan Unta

Posted by Tia Roozanty at 5:25 AM
Reactions: 
Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang dapat terperangkap di dalamnya. Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan.
Kendaraan yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Unta atau onta adalah hewan berkuku genap dari genus "Camelus" (satu berpunuk tunggal - "Camelus dromedarius", satu lagi berpunuk ganda - "Camelus bactrianus") yang hidup ditemukan di wilayah kering dan gurun Asia dan Afrika Utara. Rata-rata umur harapan hidup unta adalah antara 30 sampai 50 tahun.


"Camelus dromedarius" berarti "unta berjalan". Camelus bahasa Latin dari unta dan Dromeus adalah bahasa Yunani untuk pelari. "Camelus dromedarius" juga memiliki nama-nama umum seperti unta, unta berpunuk satu, dromedaris, unta dromedaris, dan unta Arab. Hewan ini adalah salah satu dari beberapa organisme yang telah benar-benar dijinakkan (4000-2000 SM). Yang paling dekat untuk dapat mempelajari unta Arab di alam liar adalah unta liar di Australia. Unta-unta liar Australia pernah impor dan dijinakkan, tapi akhirnya dilepaskan ke padang gurun Australia.


"Camelus bactrianus" adalah nenek moyang unta pemalu yang dapat dipelihara dan tinggal di wilayah Gobi kering Gashun dari Gurun Gobi di barat laut dan barat daya Cina Mongolia. Tidak seperti unta Arab, yang memiliki satu punuk menonjol, unta bactrian memiliki dua punuk. Meskipun unta bertahan periode 45-tahun dalam pengujian nuklir di Cina Gashun Gobi, mungkin tidak mampu menahan tekanan saat ini, yang mencakup pertambangan, berburu, predasi serigala, pengembangan industri dan genetik pencampuran dengan unta domestik. Hanya ada sekitar 650 orang yang tersisa di Cina dan 350 di Mongolia.

Allah telah menciptakan unta secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan."
(QS. Al-Ghaasyiyah [88] : 17)

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan.

1. Punuk Unta

Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

2. Gigi, Mulut dan Perut Unta

Unta berpunuk mampu menghabiskan 30-50 kg makanan dalam satu hari, dalam situasi yang sulit binatang ini mampu hidup selama satu bulan dengan hanya mengkonsumsi makanan 2 kg rumput per hari.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah. Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir.

Unta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet yang menjadikannya mampu memakan duri yang cukup tajam untuk merobek kulit yang tebal sekalipun. Di samping itu, unta memiliki perut dengan empat bilik, serta sistem pencernaan yang sangat kuat yang mampu mencerna apa saja yang dimakan unta. Ciri-ciri ini sangat sesuai bagi binatang yang hidup di iklim sangat kering.

3. Mata dan Hidung Unta

Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini.

Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata.

Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

4. Kaki Unta

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya.

Telapak kaki unta memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan ukuran dan panjang kakinya. Kaki ini dirancang secara khusus dan sengaja diciptakan dengan ukuran besar untuk membantu berjalan di atas padang pasir dengan mudah tanpa terperosok. Telapak kaki ini memiliki bentuk melebar dan menggembung. Selain itu, kulit yang tebal pada telapak tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap pasir gurun yang panas membakar.

Seluruh lutut unta tertutupi oleh risa (lapisan kulit tebal), yang tersusun atas kulit setebal dan sekeras tanduk. Ketika unta berbaring di atas permukaan pasir panas, lapisan kulit tebal ini melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas.

5. Bulu (Rambut) dan Kulit Unta

Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam.

Buulu unta terdiri dari rambut tebal dan bulu kempa yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dindin dan panas, namun juga menghindari kehilangan air tubuhnya. Unta dapat menahan peluh keringat tubuhnya dengan cara menaikkan suhu tubuhnya hingga 41ºC, sehingga menghindari kehilangan air tubuh. Dengan bulu tebalnya, unta di benua Asia dapat bertahan hidup di suhu tinggi yang hingga +51ºC di musim panas dan turun hingga -51ºC di musim dingin.

Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisanlapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.


Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaanNya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Al Quran :

"Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu."
(QS. Thaahaa [20] : 98 )

Subhanallah, segala ciptaan Allah Subhana wa Ta'ala tak ada yang tak bermanfaat. Ciptaan-Nya adalah perenungan untuk diri yang selalu mendambakan manisnya iman dan ketaqwaan juga bagi mereka yang berfikir.

Wallahu a'lam








Sumber :
• Berfikir Sejak.Anda Bangun Tidur - Harun Yahya .pdf
• http://www.scientificamerican.com/slideshow.cfm?id=critically-endangered-species
• http://www.ad4msan.com/2011/03/unta-hewan-gurun-pasir-yang-luar-biasa.html
• http://bioweb.uwlax.edu/bio203/s2008/mccabe_jame/

5 comments:

AJID CAHYADI said...

TUHAN KU EMANG PINTER DAN KEREN

Roozanty said...

Subhanallah yah.....semoga kita tambah bersyukur dengan segala ciptaannya.

wELcoME.. said...

kereenn!!! nice article~ ^^

Tia Roozanty said...

Alhamdulillah.....semoga bermanfaat :)

darma akzi said...

Izin copy foto yaa ka :)

Post a Comment

 

My story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review