Sunday, March 11, 2012

Makna 5 Perkara "Tombo Ati" Sebagai "Anti Galau"

Posted by Tia Roozanty at 10:22 PM
Reactions: 
Tombo ati berarti obat hati. Jika ingat kalimat ini kita akan teringat lagu Opick. Obat hati, obat bagi hati yang gundah gulana, resah dan gelisah. Kalau kata anak ABG ya..."galau". Jika hati tidak cepat diobati hidup tak lagi terasa nikmat, tak ada ketenangan dan yang ada hanyalah kehampaan.

Cerita punya cerita, Tombo Ati merupakan lagu rakyat yang dibuat oleh Sunan Bonang. Menurut cerita sejarah Sunan Bonang, yang hidup sekitar abad ke 16, lagu Tombo Ati ini merupakan lagu popular di pesantren dan dikalangan rakyat, selain karena mudah didendangkan juga mudah dalam menghapalkan.

Sebagai seorang pendakwah Sunan Bonang (1465-1525) terkenal telah menginsyafkan muridnya seorang “perampok budiman” bergelar Brandal Lokajaya. Si murid ini kemudian lebih sering disebut dengan sunan Kalijaga, dalam sejarah raja-raja Jawa.

Mengintip lagunya Opick, tombo ati atau obatnya hati terdiri dari lima perkara. Mengapa lima perkara tersebut dapat mengobati hati?

1. Membaca Al-Qur'an Dan Maknanya

Menurut para ahli tafsir bahwa nama lain dari Al-Qur'an adalah “Asysyifâ” yang artinya secara Terminologi adalah Obat Penyembuh.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

"Hai manusia, telah datang kepadamu kitab yang berisi pelajaran dari Tuhanmu dan sebagai obat penyembuh jiwa, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

(QS. Yunus [10] : 57)

"Dan kami menurunkan Al-Qur'an sebagai penawar dan Rahmat untuk orang-orang yang mu'min."

(QS. Al Isra [17] : 82)

Al-Quran mengandung mukjizat sebagai obat penenang bagi siapa yang ditimpa kecemasan, gelisah, sukar tidur, dan dibayang-bayangi oleh pikiran buruk. Ada sebuah cerita, Syekh Abi Qasim Al Qusyairi merasa sedih karena putra tersayangnya sakit keras. Ketika sedang tidur, ia bermimpi ketemu Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam. Ia mengeluhkan keadaannya kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam. "Bagaimana usahamu dengan ayat-ayat penyembuhan (syifa?)" tanya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam. Ketika bangun ia berpikir tentang ayat-ayat penyembuhan itu.

Dia menemukan 6 (enam) ayat tersebut dalam kandungan Al-Quran yaitu :

(1). ".....Serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (Q.S. At - Taubah :14).
(2). "Dan Al-Quran itu penyembuh bagi penyakit- penyakit yang berada dalam dada." (QS.Yunus : 57 ).
(3). "Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia." (QS. An-Nahl : 69).
(4). "Dan Kami turunkan dari Al-Quran itu suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al- Isra : 82).
(5). "Dan apabila aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku." (QS.Asy-Syuara :80).
(6). "Katakanlah Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman." (QS. Fhusilat : 44).

Segera ia membacakan ayat-ayat tersebut kepada anaknya dan ternyata ia seakan terlepas dari belenggu ikatan yang memberatkan.

Maka dari itu diantara Doa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, setiap selesai membaca Al-Quran, "Aku bermohon kepada-MU ya Allah, Jadikanlah Al-Quran yang agung ini sebagai penyembuh dadaku, pembebas sedihku dan kesembuhan untuk dadaku."

Para kaum shalafus shalihin (orang-orang shaleh) menjadikan Al-Quran selain sebagai sumber hukum, juga sebagai penyiram dan penyejuk hati ditengah gersangnya kehidupan. Serta mereka menjadikan Al-Quran sebagai wirid dalam beribadah. Sangat dianjurkan ketika membaca Al-Quran sekaligus menghayati maknanya.

Muallaaf Akhmad Christoffer, sarjana ekonomi kawakan dari Inggris, ketika ia memilih memeluk Islam, "Aku menemukan dalam Islam apa yang aku cari-cari selama ini, problem apa juga yang dihadapi manusia dalam hidupnya maka ia akan menemukan penyelesaiannya dalam Al-Quran".

2. Mendirikan Sholat Malam

Berfirman Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dalam Al-Qur'an :

"Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji."

(QS. Al-Isro' : 79)

Firman Allah ini merupakan salah satu dasar disyariatkannya shalat Tahajud. Dengan begitu, shalat Tahajud sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, shalat Tahajud menduduki posisi kedua setelah shalat wajib. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, ''Shalat yang manakah yang paling utama setelah shalat wajib?'' Rasulullah menjawab, ''Shalat Tahajud!'' (HR Muslim).

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Rosulullah sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan .

Bersabda Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam:
"Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam" ( HR. Muslim )

Tahajud sendiri artinya bangun dari tidur. Dengan demikian, shalat Tahajud adalah shalat yang dikerjakan di malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu, walaupun tidurnya hanya sebentar. Shalat Tahajud yang dilakukan di tengah malam, di mana kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya dan berbagai aktivitas hidup berhenti, serta suasana begitu hening, sunyi, dan tenang, sangat menunjang konsentrasi seseorang yang akan mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Di samping kondisi eksternal ini, juga terdapat kondisi internal, yaitu sebuah ketenangan yang dirasakan oleh psikis atau batin manusia yang melakukan shalat Tahajud.

Ketenangan dan ketenteraman yang diperoleh oleh seseorang yang melakukan shalat Tahajud memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi. Sebab, dalam shalat Tahajud terdapat dimensi dzikrullah (mengingat Allah). Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

''(yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram.''

(QS. Ar-Ra'd [13] : 28).

Sehingga, dalam hal ini terdapat rumusan hukum imbasan atau sebab akibat. Yakni, bila kita ingin mendapatkan rasa tenang dan tenteram, maka berdekat-dekatlah kepada Dia Yang Maha Tenang dan Maha Tenteram, agar sifat-sifat itu mengimbas kepada kita.

Dengan demikian, shalat Tahajud yang dikerjakan dengan ikhlas akan mampu mengurangi beban kejiwaan yang sedang menyelimuti seseorang. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

''Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari.''

(QS. Al-Muzammil : 1-2).

Kata berselimut dalam ayat di atas secara kontekstual dapat diartikan dengan orang yang sedang dirundung masalah: Kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran, atau ketakutan karena menghadapi berbagai kemungkinan yang menimpanya. Sebab, ayat tadi turun setelah Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam mulai mendapatkan olok-olok dan ancaman dari kaum Quraisy.

Shalat Tahajud merupakan kebutuhan dalam menghadapi problem kehidupan. Rasulullah bersabda,

''Kalian harus mengerjakan shalat malam, sebab itu kebiasaan orang-orang saleh sebelummu, jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, penebus dosa dan kejelekan, serta penangkal penyakit dari badan.'' (HR Tirmidzi)

Prof.Dr.Muhammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, "Pengaruh Sholat Tahajjud terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik : Suatu Pendekatan Psikoneuroimunologi" menyimpulkan jika anda melakukan sholat tahajjud secara rutin, benar gerakannya, ikhlas, dan khusyu' niscaya anda akan terbebas dari penyakit infeksi dan kanker.

3. Berkumpul Dengan Orang Sholeh

Selain kita mengaji dan mempelajari kitab Allah dan Rosul-Nya salah satu cara untuk menjaga iman kita yaitu dengan berkumpul dengan orang-orang sholeh dan bersabar bersama mereka, sebagaimana yang Allah firmankan,

".....dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas".

(QS. Al-Khafi : 28)

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian berada bersama orang-orang shadiqin."

(QS. At-Taubah : 119)

Berdekatan  dengan orang-orang sholeh, orang alim, orang shadiqin merupakan anjuran Allah secara langsung, seperti tersebut dalam ayat di atas. Di dalam kitab "Khozinatul Asroor" pengarang mengutip hadits Rosulullah tentang keharusan kita untuk selalu berada bersama Allah namun jika tidak bisa, hendaklah selalu berdekatan dengan orang-orang sholeh karena dengan berdekatan bersama mereka akan sampai kepada Allah. Kutipan naskahnya sebagai berikut.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Hendaklah engkau selalu  bersama Allah. Jika tidak bisa, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat dengan Allah. Sebab dengan memiliki orang itu, niscaya engkaupun akan sampai kepada Allah selagi engkau bersamanya. " dalam nasehat  lain Rasulullah bersabda:  "Syaikh (guru/orang alim lagi sholeh) diibaratkan nabi bagi kaumnya."
Keterangan ini tersebut pula dalam kitab "Awariful Ma'aarif" dan kitab "Ruuhul Bayaan."

Diriwayatkan dari Al Hakim dan Imam Turmudzi (marfu) :

"Sesunggunya amal-amal kalian akan diperlihatkan kepada kawan-kawan kamu dan kerabatnya yang sudah meninggal. Jika amal-amal tersebut bagus maka bergembiralah mereka. Jika mereka melihat sebaliknya (amalnya buruk) mereka akan berkata: Ya Allah, janganlah Engkau hinakan ia, namun berilah hidayah  sebagaimana Engkau telah memberi hidayah kepada kami."

Berteman dengan orang-orang sholeh akan membawa keberkahan atau kebaikan. Bukan saja akan nmendatangkan ketentraman hidup dalam ridho Allah di dunia saja melainkan akan terus dibawa mati.
Ruh orang meninggal akan saling mengenal, dan Allah akan mamandang salah satu hambanya bersama siapa dia berteman.  Keuntungannya, jika berteman dengan orang-orang yang dekat dengan Allah nisacaya akan selamat gara-gara berteman dengan orang yang dekat dengan Allah.

Sebaliknya Sungguh rugi jika tidak  mau berteman dengan orang-orang sholeh. Kerugiannya bukan saja secara lahiriyah namun akan dibawa sampai mati. Sebab Ruh akan dikumpulkan berdasarkan kawan-kawannya ketika di dunia, dari sumber hadits Rasul dalam Kitab Tradzkirah Al Qurthubi jelas mengungkapkan bahwa jika kita tidak mengenal orang yang dekat dengan Allah, maka ketika di akhirat nanti kita akan dtinggalkannya dan akan bergabung dengan teman-teman akrab ketika kita ada di dunia.

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga mengajarkan kepada kita agar bersahabat dengan orang yang dapat memberikan kebaikan dan sering menasehati kita.

"Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak."
(HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa.)

Ibnul Qayyim mengisahkan, Kami (murid-murid Ibnu Taimiyyah), jika kami ditimpa perasaan gundah gulana atau muncul dalam diri kami prasangka-prasangka buruk atau ketika kami merasakan sempit dalam menjalani hidup, kami segera mendatangi Ibnu Taimiyah untuk meminta nasehat. Maka dengan hanya memandang wajah beliau dan mendengarkan nasehat beliau serta merta hilang semua kegundahan yang kami rasakan dan berganti dengan perasaan lapang, tegar, yakin dan tenang.

Itulah pentingnya bergaul dengan orang-orang sholeh, dapat kembali membangkitkan semangat keimanan kita dalam menjalankan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala sehingga kita pun dapat menularkan nuansa kebaikan kepada lingkungan sekitar kita.

4. Perbanyak Berpuasa

Menurut Fat-hiy Yakan (1984: 119-124) puasa merupakan pembersih jiwa yang paling kuat terutama untuk melawan hawa nafsu yang menjadi pangkal dari kotornya hati. Selain itu dengan puasa perasaan menjadi halus dan peka, pikiran jernih dan nafsu buruk melemah.

Dalam hadits qudsi, Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), "Dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku" (HR. Muslim no. 1151)

Pengarang Kitab Kifayatul Atqiya' menuliskan ada tiga sebab yang menjadikan hati kasar dan kaku, yaitu banyak tidur, banyak bersenang-senang, dan banyak makan.

"Orang yang puasa punya dua kegembiraan, jika berbuka gembira, jika bertemu dengan Rabbnya gembira karena puasa yang dia lakukan."
(HR. Bukhri (4/88), Muslim (no. 1151) ini lafadz Bukhori)

Jika hati gembira otomatis terjauh dari rasa galau, resah, gelisah dan risau. Karena puasa melatih hati untuk lebih sabar, menjauhi perbuatan yang dilarang agama.

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Puasa itu bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi sesungguhnya puasa itu ialah mencegah diri dari segala perbuatan yang sia-sia serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang kotor dan keji." (HR. Al-Hakim)

Hadis di atas hendak menegaskan bahwa jika dilakukan dengan sungguh-sungguh ibadah puasa akan dapat mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan keji dan mungkar. Puasa menjadi ajang latihan jiwa agar semakin matang dan tegar dalam menghadapi berbagai kendala, godaan, dan tantangan kehidupan yang tidak jarang mengantarkan hidup seseorang pada jurang kehinaan.

Dengan menjadikan ibadah puasa sebagai sarana latihan pengendalian diri seyogyanya kita dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita agar memiliki kekuatan untuk melawan berbagai godaan hawa nafsu yang bukan tidak mungkin dapat berujung pada perbuatan keji dan mungkar.

Dengan berpuasa orang akan terbebas dari beban rasa bersalah dan berdosa karena perbuatan di masa lalu sebagaimana hadis Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, "Barang siapa yang telah menjalankan ibadah puasa dengan sempurna serta ikhlas karena Allah semata, maka Allah mengampuni dosa-dosa tahun sebelumnya." (HR Bukhari Muslim)

Singkat kata, ibadah puasa dapat menjadi sarana detoksifikasi jiwa.

5. Memperpanjang Dzikir Malam

Ingat kepada Allah menjadi suatu kemestian sehari-hari orang beriman. Dzikrullah adalah salah satu kegiatan rutin yang disunnatkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam. Dengan dzikrullah hati akan menjadi tenteram, jiwa menjadi tenang. Dengan hati dan jiwa yang tenang, seorang muslim menjalani hidup dengan penuh kedamaian.
Hati dan jiwa yang tenang dan tenteram, akan mengantarkan manusia kepada keluhuran. Bagi orang beriman, kenteraman jiwa yang lahir dari zikrullah akan mengantarkan ruhnya menuju Allah Rabbul 'Izzah, dalam keadaan yang tenang dan tenteram pula.

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram."

(QS. Ar-Ra'd [13] : 28)

Menyebut Allah dapat membawa ketenangan dan menyembuhkan jiwa :

• Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Tiada amal perbuatan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari azab Allah daripada dzikrullah." (HR. Ahmad)

• "Menyebut-nyebut Allah adalah suatu penyembuhan dan menyebut-nyebut tentang manusia adalah penyakit (artinya penyakitakhlak)" (HR. Al-Baihaqi)

• "Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, kalau kamu selamanya bersikap seperti saat kamu ada bersamaku dan mendengarkan zikir, pasti para malaikat akan bersalaman dengan kamu di tempat tidurmu dan di jalan-jalan yang kamu lalui. Tetapi, wahai Hanzhalah (nama seorang sahabat) kadangkala begini dan kadangkala begitu. (Beliau mengucapkan perkataan itu kepada Hanzhalah hingga diulang-ulang tiga kali)."
(HR. Tirmidzi dan Ahmad)

• "Perumpamaan orang yang berzikir kepada Robbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati" (HR. Bukhari dan Muslim)

• "Nyanyian dan permainan hiburan yang melalaikan menumbuhkan kemunafikan dalam hati, bagaikan air menumbuhkan rerumputan. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya, sesungguhnya Al Qur’an dan zikir menumbuhkan keimanan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan" (HR. Ad-Dailami)

• "Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."

(QS. Al- A'raf [7] : 205)

• Dalam sebuah  hadits qudsi Allah berfirman, "Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku."
(HR. Al-Baihaqi)

Tidak ada jalan pintas untuk mendapat rahmat-Nya (sukses dan bahagia dunia akhirat) kecuali dengan membiasakan diri berdzikir kepada-Nya. Sesungguhnya kehadiran Allah pada kita, tergantung sikap dan persepsi kita semua kepada Nya. Jika kita senantiasa memuji dan mengingat Nya, Allah akan senantiasa berada di dekat kita. Baik dalam suka maupun duka. Sebaliknya, kita melupakanNya, otomatis kehadiran Nya jauh di hati dan sanubari kita. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan,

"Jika hamba-Ku mengingat-Ku dalam hatinya, Aku pun mengingatnya dalam hati-Ku. jika ia mengingat-Ku dalam suatu kelompok, Aku pun mengingatnya di hadapan sekelompok malaikat yang mengiringi mereka. Jika ia mendekati-Ku sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta. Jika ia mendekati-Ku sehasta, Aku akan mendekatinya sedepa. Jika ia berjalan menuju ke arah-Ku, Aku pun berlari-lari kecil menuju ke arahnya."
(HR. Muttafaqun Alaih)

Kalau kita hiasi diri kita dengan kecintaan berdzikir dan selalu mengingat-Nya di manapun dan kampanpun. Terlebih berdzikir di waktu sepertiga malam yang merupakan waktu mustajab, suasana sunyi dan tenang. Dengan demikian,  hal ini menjadi obat dan menjadikan hidup kita lebih tenang dan bahagia.


Penyakit hati ini tidak kasat mata seperti penyakit jasmani. Imam Al Ghazali pernah berkata, bahwa orang yang memiliki penyakit rohani atau hati itu ibarat orang yang memiliki penyakit belang (panu) di wajahnya dan ia tidak memiliki cermin. Orang seperti ini tidak akan percaya jika dikatakan bahwa ada belang pada wajahnya tanpa dirinya melihat cermin. Begitulah Imam Al Ghazali menggambarkan penyakit hati yang terkadang tidak disadari oleh manusia.

InsyaAllah dengan mengamalkan lima perkara diatas dapat menjauhkan kita dari penyakit hati yang menyebabkan hidup dan jiwa tidak dirahmati oleh Allah. Dengan menjalankannya diharapkan dapat mencabut penyakit hati sampai seakar akarnya seperti obat panu. Jadilah Tombo Ati sebagai obat anti panu, eh... Anti Galau "Bye bye Galau...Daaah Galau!!".

Jika penyakit berlanjut hubungi Allah terus, bisa jadi kurang ikhlas.

Wallahu a'lam




Sumber :
• http://blablapooh.heck.in/al-quran-obat-melerai-duka.xhtml
• http://tahajudcallmq.wordpress.com/2007/08/20/%E2%80%9C-keutamaan-shalat-tahajud-%E2%80%9D/
• http://alhakim.wordpress.com/2007/10/15/tahajjud-sembuhkan-segala-penyakit/
• http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&task=view&id=583
• http://anaihblog.blogspot.com/2010/03/rindu-berkumpul-dengan-orang-orang.html?m=1
• http://m.kompasiana.com/post/sosok/2011/08/13/puasa-dan-kesehatan-jiwa/
• http://www.hidayatullah.com/read/19262/10/10/2011/biasakanlah-dzikir,-karena-dzikir-itu-adalah-

9 comments:

Berbagi Kreativitas said...

Ini lagu nyentuh banget.. kalo denger lagu-Nya hmm bener-bener nyentuh dah obat hati benar di rasakan beserta amaliahnya pasti. 5 perkara yang benar-benar membawa pencerahan bagi umatnya yang barang siapa bisa menjalankan salah satunya saja, "Seperti lagunya jugakan mengatakan demikian" :)
pastilah mereka tergolong orang-orang yang selamat, apa lagi kalo teramalkan semuanya..?? adem kali ya?? Subhanallah.

Tia Roozanty said...

InsyaAllah adem....
Seharusnya dengan sifat manusia yang gak pernah puas (in a good way), jika menjalankan salah satunya saja berdampak baik bagi hati & tergolong orang-orang yang selamat, seharusnya "nagih" menjalankan sisanya.
Iya gak sih?? Heheee...

ulan庵 said...

Hai Nilam..
Udah lama nih, ga ninggalin jejak di sini :D
Apa boleh buat, kadang aku suka kehilangan kata-kata untuk ungkapin sesuatu.. :p

Tombo Ati.. Itu juga jadi salah satu lagu kesukaanku lho..
Bener banget, lirik maupun nadanya bikin adem didenger..
Nasehat baik n bagus yang cuma lima point itu cukup mencakup semua hal untuk menjaga seseorang tetap berada di jalan yang benar =)

Humm.. Aku ada pertanyaan nih.. Boleh ya? :D
Ulasan Tombo Ati di atas berkaitan banget dengan religi. Tapi kadang, iman seseorang itu kan fluktuatif/naik turun ya.. Kadang menebal, kadang juga menipis..

Nah, kalo seseorang berada dalam kegoncangan jiwa/galau [ditambah, kayaknya beberapa waktu lalu aku perhatiin dari status di suatu media sosial, sang penulis postingan di atas juga sempat galau -cuma galaunya ga tau tentang apa :D], sedang dirinya lagi tipis imannya, menurut Nilam kiranya pendekatan seperti apa yang bisa membawa orang tersebut kembali ke jalan yang benar? :D

Tia Roozanty said...

Waduuh sensei.....suseh nih :p
Klo aku untuk diawal nyuruh yg ku kira lebih mudah dr ke5 nya, berdzikir....

Pengalaman, pernah sangat khawatir, gundah gulana, lalu ku berdzikir "laa haula wa laa kuwatan illah billah hil'aliyyil 'aziim"
Semoga tulisannya bener... Itu disebutnya kalimat apa ya, ku lupa :p

Dengan segera Allah angkat semua resah ku :)
Alhamdulillah...

Sebenernya intinya mengingat Allah dalam kondisi apapun. Dengan ke5 tombo ati ini misalnya :)

Semoga bermanfaat yaw

popey..054 said...

insya Allah...mksih

DKM Al-Ghifari SMAN 4 Bandung said...

SubhanaAllah. Kami izin untuk mengesharenya kembali yaa

Prita Nazarudin said...

Sedikit koreksi, tombo ati yg benar bukan ciptaan Sunan Bonang, beliau hanya meneruskan perkataan ulama salaf..
http://m.hidayatullah.com/read/2012/12/05/2157/siapa-perumus-tombo-ati-limang-perkoro.html

Reza Ldb said...

(y)

Reza Ldb said...

(y)

Post a Comment

 

My story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review