Saturday, October 15, 2016

MENGAPA SEDIH

Posted by Tia Roozanty at 8:21 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post





Ku pelankan suara hatiku yang mulai berteriak
Mungkin karena marah pada lemahnya diri
Atau mungkin karena tak mampu mengartikan kebosanan
Sudah saja, mulai basahlah mata ini

Takdir Tuhan yang selalu tidak mudah dipahami
Maafkan aku yang cemburu,
Maafkan aku yang pengeluh,
Maafkan aku yang tak pintar 

Terkadang hanya butuh bicara
Tapi tak semudah saat berharap
Sehingga sepi di ujung ruang hati
Merasa sendiri tak berteman, tak bahagia

Mata ini terlalu sering basah
Hati ini rapuh meski merasa tangguh
Apa yang salah padaku
Seakan akan tenggelam dalam lara

Terlalu terlarut pada ego yang merumit
Sering kali tak tahu apa arti resah ini
Entah apa yang ku ingin dalam sepi
Jelaskanlah mengapa hatiku biru

Karena rasanya tak ingin bernafas lagi........





By. TIA NILAM ROOZANTY
(Ahad, 16 Oktober 2016)

Saturday, July 2, 2016

Mecin Oh Mecin

Posted by Tia Roozanty at 8:14 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post


"Jangan pakai mecin, bahaya, nanti bego...atau jangan pakai mecin ga bagus bagi tubuh...atau jangan pake mecin nanti sakit loh" Dan masih banyak lagi argumentasi seperti ini disekeliling kita.

Monosodium glutamat alias MSG alias mecin ini kita kenal sebagai salah satu bahan penguat rasa yang digunakan oleh buibu πŸ˜… ketika memasak. Apalagi yang biasa kuat gurih, ngga lepas dari bahan yang satu ini. Penggunaan MSG ini masih simpang siur gitu, semacam perdebatan tiada akhir karena setiap ditanya kenapa pasti jawabnya "kata si a, kata tetangga saya dan katanya" karena galau, ya terpaksa ikutan ga pake mecin. Nih ulasannya;

Monosodium glutamat adalah bahan yang mengandung sodium (alias natrium), glutamat dan air. Ketiga bahan tersebut adalah zat gizi. Di sana ada kata sodium, nah sodium ini sama saja dengan natrium. Dan tau natrium ada di mana? Garam! Jadi, kalo garam itu (NaCl) alias natrium klorida nah mecin ini natrium glutamat. Bedanya yang satu klorida, yang satu glutamat.

 Glutamat ini apa yaa?

Glutamat ini asam amino non-esensial. Dia bisa diproduksi dalam tubuh, Perannya dalam tubuh adalah untuk metabolisme fungsi otak dan otot. Jadi di tubuh manusia itu ada 20% protein. Nah 20% dari protein tersebut adalah kandungan glutamat. Ga cuma di dalam tubuh tapi kandungan glutamat ini bisa didapatkan di ikan, sayur, buah dan bahkan ASI!

MSG ini dibuatnya dari apa?

Biasanya tebu, ada juga yang dari ekstrasi lobak, singkong dan gandum. Bahan alami. Gula juga dari tebu. Tepung juga dari gandum kan yah. Jadi si tetes tebu atau singkong ini difermentasi pake bakteri Brevi-bacterium lactofermentum, terus ditambahin garam biar mengkristal deh. Makanya yang kita liat mecin ini kaya bubuk kristal gitu kan yah.

# Manfaat MSG
kandungan sodium di 5 gram garam setara 2000 mg mecin atau MSG, sementara 5 gram MSG sodiumnya hanya 600 mg. Makanya, penggunaan mecin ini baik untuk menggantikan garam bagi penderita hipertensi karena sodiumnya lebih kecil. Ditambah lagi, glutamat itu bikin gurih. Gurih itu menguatkan rasa, jadi lebih enak. Mecin bisa dijadikan bahan untuk penambah nafsu makan.

Manfaat lain, MSG meningkatkan cairan ludah jadi gampang menelan (Schiffman S and Miletic I, 1999; Hodsom N and Linden R, 2006) dan meningkatkan cairan lambung lho! (Vasilevskaia L, et. Al 1993), Jadi makanan lebih sempurna dicerna dan buat yang ada masalah lambung aman mengkonsumsi mecin 

# Dosis MSG
U.S Food and Drug Administration (USDFA), dianjurkannya kita konsumsi mecin itu 1,5 gram perhari. Itu sebanyak apa sih? Menurut sampling, Bang Ijul, tukang bakso, akan memberikan 0,5 gram mecin dalam satu mangkok. Berarti kalau kita makan 3 mangkok bakso dan kuahnya dihabiskan, baru tuh kita makan 1,5 gram mecin.
Pernah liat mecin merek S**a yang paling kecil kemasannya? Itu kan 5 gram. Nah, saya bakalan masukin itu semua kalo lagi bikin rendang daging 1 kilo.

# Terus nanti mecin dalam badan diapain?
Natriumnya kerja sebagaimana garam pada natrium, sementara glutamatnya bekerja sebagaimana glutamat dalam tubuh bekerja. Seperti dijelaskan diatas, glutamat berfungsi dalam proses metabolisme.

# Luar negri pake mecin ngga?
Amerika menggunakan 12,0 gram glutamat perhari (11 gram dari makanan; 1,0 gram dari mecin). Jepang menggunakan 15,9 gram glutamat perhari (14 gram dari makanan; 1,9 gram dari mecin).

# Kajian Keamanan Glutamat dilakukan oleh 4 badan, diantaranya;
FAO dan WHO, European Food Safety and Authority, National Academy of Sciences dan USDFA.

# Peraturan di Indonesia
Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 722/ Menkes/ Per/ IX/ 88 Tgl. 20/09/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan (BTP): “MSG adalah BTP penguat rasa yang diizinkan dengan batas maksimum ‘secukupnya’ (sewajarnya sesuai dengan tujuan penggunaannya)

Berarti sama kaya gram dan gula, sewajarnya :) INGAT SEWAJARNYA YAA, JANGAN DI UYUP 😱

# Jadi, amankah MSG itu?
Kesimpulan ulasan, yaitu: AMAN! Yang tidak aman itu kalau berlebihan. Jangankan mecin kalau kelebihan pasti badan ga enak dan mual, garam aja deh contohnya. Kalo makan banyak garam pasti pusing! Itu karena tekanan darah naik. Sama seperti kebanyakan karbohidrat di pagi hari, pasti ngantuk. Makanya, sarapan tuh roti aja jangan nasi uduk! Hehehe

# Glutamat aman buat orang sakit?
Liat infusan deh, komposisinya ada L-glutamic acid.

Jadi, masih ada yang mau mengatakan bahwa mecin bikin bego? Atau berbahaya? 
Vetsin alias mecin atau MSG SANGAT BAHAYA KALAU ANDA MAKAN LIMA BUNGKUS SA**A sekaligus! 

#SalamSehat


Wednesday, February 3, 2016

Doa Adalah Obat

Posted by Tia Roozanty at 7:48 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post



DOA ADALAH OBAT

Pernahkah kamu memiliki pengalaman ketika membawa anak, orang tua, atau saudara periksa ke dokter lantas belum minum obat dari dokter setelah pulang periksa pasien yang kita antar sudah merasa lebih baik walau belum minum obat? 

Ya, ternyata penyembuhan penyakit itu terbukti tidak melulu hanya ditentukan dengan obat minum atau suntik. Banyak faktor lain yang dapat mendukung upaya penyembuhan seseorang. 

Beberapa faktor penting diantaranya menurut kami adalah sebagai berikut:

1. Sugesti: seorang pasien harus memiliki sugesti untuk sembuh. Tanamkan dalam pikiran bahwa yakin dokter yang memeriksa kita dan obat yang diberikan dapat membantu upaya penyembuhan dengan baik. 

2. Keyakinan: saya pasti sembuh! Kita harus punya keyakinan bisa melawan penyakit yang bersarang dalam tubuh. Dengan keyakinan kita akan mempunyai semangat dalam menjalani pengobatan sehingga tidak cepat menyerah dan bosan menjalani pengobatan. 

3. Dorongan Keluarga: jangan biarkan mereka sendiri melawan penyakit. Berikan motivasi dan dampingi dlm menjalani terapi. Dukungan dari keluarga sangat berarti, perhatian sekecil apapun akan semakin menguatkan mereka yang sedang sakit. 

4. Doa: kekuatan doa sungguh sangat luar biasa. Tidak ada doa yg tdk dikabulkan jika kita mau terus meminta pada Tuhan, apa lagi doa orang-orang yang sedang terbaring lemah karena  sakit. 

Sekali lagi obat suntik, kapsul, puyer, sirup, itu hanyalah salah satu bagian kecil dari penyembuhan sebuah penyakit namun ada bagian2 lain yg tak kalah penting bagi upaya penyembuhan penyakit yg diderita seseorang yaitu kekuatan sugesti dan doa.


Sumber : @konsuldokter

Friday, January 8, 2016

Enaknya Buah Raspberry Yang Kaya Manfaat

Posted by Tia Roozanty at 7:54 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post


Oh berry.....di posting sebelumnya pernah membahas tentang si Strawberry alias stroberi alias stobeli (ini versi aku....hihi). Stroberi adalah buah favorit aku.... Nah, ceritanya sepupuku yang baik hati, tidak sombong dan masih jomblo itu, di suatu hari yang indah membawakan aku bukan hanya stroberi tapi Raspberry dan blueberry. Waaaahh.....  Disitu awal mula makan Raspberry ..... Dan enaaaaakk.....!!! Banget....! Baunya tuh ....hemmmm..... Subhanallah. 

Sejak itu jadi penasaran dengan Raspberry. Siapakah dia?


Asal Usul Buah Raspberry 

Raspberry merupakan kategori buah yang masuk kedalam family anggur, raspberry atau frambos ini berasal dari genus Rubus. Namun standar bahasa Inggris memberi nama buah ini dengan nama Rubus idaeus. Buah ini sulit ditemukan di Indonesia, namun yang paling umum buah ini biasanya ditemukan dalam bentuk selai atau sirup frambosia.

Buah Raspberry merupakan komoditas pertanian penting yang digunakan dalam pembuatan berbagai olahan makanan seperti buah kering, selai, jus, sorbet  atau dimakan sebagai buah segar.

Rasberry termasuk rumpun  mawar, raspberry adalah semak abadi tumbuh enam kaki, menghasilkan batang kayu dengan duri. Daun berwarna hijau pucat terdiri dari 3-7 selebaran. Bunganya berwarna putih dan berubah menjadi merah atau hitam, buah berair. Asli dari Eropa, tanaman bisa sangat invasif di beberapa tempat, tumbuh liar di hutan, semak, dan padang rumput, di lereng bukit dan pinggir jalan.Umumnya dibudidayakan di banyak daerah beriklim dingin,dan  panas. Daun dikumpulkan pada awal musim panas, sedangkan buah dikumpulkan saat masak, juga di musim panas.

Raspberry telah lama menjadi obat rumah tangga favorit, terutama disukai untuk mempercepat persalinan. Pada 1735, para tabib Irlandia, K’Eogh dianjurkan menggunakan bunga dan madu untuk radang mata, demam, dan bisul.

Selama berabad-abad, penduduk asli Amerika  telah menggunakan raspberry  dan ekstrak untuk mengobati masalah yang berhubungan dengan kehamilan. Pada tahun 1830, Constantine Rafinesque mencatat ada hampir tiga puluh spesies liar yang digunakan untuk mengobati kolera, “infantum”, disentri, dan diare.Buah yang matang  dibuat menjadi manisan, selai, jeli, dan sirup yang digunakan untuk mengobati penyakit lainnya. Dokter abad ke-19 juga menggunakan akar untuk tujuan yang sama.

Buah raspberry merah secara resmi terdaftar di AS Farmakope 1882-1905 dan dalam formularium Nasional dari 1916 sampai 1942. Jus terdaftar dalam formularium Nasional 1942-1950, dan telah terdaftar di AS Pharmocopoeia sejak 1950 . Hal ini digunakan dalam pembuatan sirup raspberry, bagi  farmasi digunakan untuk menyamarkan rasa tidak enak dari obat-obatan.

Buah Raspberry yang matang berwarna merah, hitam, ungu atau kuning keemasan sepenuhnya tergantung jenisnya dan rasanya manis. Berbeda dengan berry lainnya, buah Raspberry memiliki rongga di tengah setelah diambil tangkainya dengan berat sekitar 4 g/buah. Pemanfaatan Raspberry adalah untuk selai, buah segar dan jus. Selain itu Raspberry juga banyak mengandung Vitamin C, polyphenol antioxidant serta anthocyanin yang bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Raspberry, tanaman abadi dengan warna cerah dan rasa, mungkin bukan buah merah yang paling populer di pasar, tetapi buah tersebut sudah pasti sehat. Raspberry dapat melindungi terhadap banyak penyakit, memiliki banyak konten nutrisi lain, dan juga lezat. Raspberry datang dalam banyak varietas, memiliki banyak manfaat kesehatan, dan memiliki sejarah yang menarik.
 
Bukan saja membuat sehat dan sangat lezat, raspberry juga datang dalam banyak variasi, termasuk Raspberry Korea, Eropa Red Raspberry, Western Raspberry, Blue Raspberry, Black Raspberry, Wine Raspberry, dan American Red Raspberry. Beberapa ahli percaya tanaman raspberry Eurasia dan Amerika merah milik spesies tunggal, idaeus Rubus, dengan tumbuhan Eropa dikategorikan sebagai subsp R. idaeus. idaeus atau var R. idaeus. idaeus, dan Amerika Utara raspberry merah dikategorikan sebagai subsp R. idaeus. strigosus, atau var R. idaeus. strigosus.


Kandungan Nutrisi Raspberry 

Raspberry mengandung serat dan rendah lemakjenuh. Jumlah kalori per 100 gram raspberry hanya sekita 52 kalori dan punya serat 6,5 gram. Buah ini kaya dengan fitokimia fenolik flavonoid berupa antosianin, assam ellagic (tannin), quercetin, asam galat, cyanidin, katein, kaempferol, dan asam salisilat. Semua bentuk antioksidan tersebut memberikan manfaat dalam memerangi pengaruh buruk radikal bebas seperti kanker, penuaan, peradangan, dan penyakit degeneratif saraf.
Dalam raspberry juga terkandung xylitol yang biasa dipakai untuk pemains alami pengganti gula. Ada pula kandungan vitamin A, B kompleks, C, E, kalium, mangan, tembaga, besi dan magnesium.


Manfaat Kebaikan Raspberry 

* Dengan antioksidan, raspberry membantu menetralisir radikal bebas dalam tubuh dan dengan demikian, mencegah kerusakan pada membran sel & struktur lainnya.
* Raspberry bisa menahan proliferasi sel kanker dan bahkan pembentukan tumor di berbagai bagian tubuh, termasuk usus besar.
* Mengkonsumsi sehari-hari 3 atau lebih porsi raspberry telah terlihat untuk menurunkan risiko yang berkaitan dengan usia degenerasi makula (ARMD), penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang dewasa yang lebih tua.
* Anthocyanin hadir dalam raspberry telah ditemukan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan juga menunda efek penuaan.
* Kehadiran asam salisilat dalam raspberry mungkin memperlambat aterosklerosis (pengerasan arteri).
* Raspberry adalah sumber yang baik dari quercetin, antioksidan yang mengurangi pelepasan histamines dan dengan demikian, meminimalkan reaksi alergi.
* Mangan dan vitamin C, nutrisi antioksidan dua di raspberry, membantu melindungi jaringan tubuh dari kerusakan yang berhubungan dengan oksigen.
* Raspberry adalah salah satu dari beberapa buah konsumsi yang tidak akan banyak berpengaruh pada kadar gula darah tubuh.
* Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi rutin raspberry adalah baik untuk mereka yang menderita peradangan dan nyeri.


Semoga informasi tentang buah Raspberry yang diambil dari berbagai sumber ini bisa menjadi manfaat. Terima kasih telah membaca.

Wednesday, January 6, 2016

Mengenal Rahmah EL-Yunusiyyah : Pahlawan, Pendidik dan Pelopor

Posted by Tia Roozanty at 7:26 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post

Rahmah El Yunusiyyah, Mujahidah tanpa Emansipasi


Di antara para pahlawan Nasional, terdapat sederet nama-nama wanita dari berbagai daerah dan beragam cara berjuangnya. Kalau Cut Nyak Dien dan Keumalahayati berjuang dengan mengangkat senjata tanpa mendirikan sekolah, sementara Dewi Sartika berjuang dengan mendirikan sekolah tanpa mengangkat senjata. Tapi selain mereka, lihatlah Rahmah El Yunusiyah, yang berjuang dengan mendirikan sekolah sekaligus mengangkat senjata. Dan ia pertaruhkan seluruh jiwa raganya demi agama.

Jilbabnya yang panjang nan lebar melebihi dada selalu dikenakannya, memperlihatkan didikan dan penanaman agama yang sangat kuat pada dirinya.

“Kalau saya tidak mulai dari sekarang, maka kaum saya akan tetap terbelakang. Saya harus mulai, dan saya yakin akan banyak pengorbanan dituntut dari diri saya”, kata Rahmah El Yunusiyah suatu hari bertekad.

Ia merasa gelisah ketika melihat perempuan di daerahnya belum mendapatkan pendidikan yang sama seperti yang didapatkan laki-laki, utamanya pendidikan agama. Padahal Islam sendiri tidak pernah membatasi perempuan untuk menuntut ilmu. Ia gelisah, karena kaumnya masih terjerat dengan kebodohan dan ia ingin mengeluarkan kaumnya dari jerat kebodohan melalui pendidikan. Rahmah sadar benar bahwa hanya dengan pendidikan lah, ia bisa memajukan kaumnya dan bisa mengeluarkan kaumnya dari ketertinggalan.

Pelopor Pendidikan Perempuan

Rahmah El Yunusiyah lahir pada tanggal 1 Rajab 1318 Hijriyah atau 20 Desember 1900. Bukit Surungan, Padang Panjang menjadi saksi bahwa dari sanalah calon Mujahidah lahir dan tumbuh. Anak bungsu dari lima bersaudara ini terlahir dari seorang Ayah yang bekerja sebagai Hakim dan ahli Ilmu Falak (astronomi) bernama Muhammad Yunus bin Imanuddin dengan seorang ibu bernama Rafi’ah.

Rahmah kecil telah mendapat pendidikan formal sekolah dasar selama tiga tahun di kota kelahirannya, Padang Panjang. Saat ia berusia 15 tahun, pendidikan bahasa Arab dan Latin ia dapatkan dari Diniyah School (1915) dan dari kedua kakaknya, Zaenuddin Labay dan Muhammad Rasyid. Setiap sore, Rahmah remaja rutin mengaji pada Haji Abdul Karim Amrullah yang merupakan ayah dari Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA di surau Jembatan Besi, Padang Panjang.

Saat berumur 23 tahun, Rahmah nampak sempurna dan begitu istimewa untuk ukuran perempuan seusianya. Keinginan besarnya untuk memajukan keilmuan kaumnya dan mengeluarkan kaumnya dari kebodohan begitu bergelora. Karena bagi Rahmah sendiri, perempuan memiliki peran yang penting dalam kehidupan, utamanya dalam rumah tangga. Karena rumah tangga adalah bagian dari tiang masyarakat dan masyarakat adalah tiang negara. Tentulah ia tidak mau, kaumnya yang mempunyai peran penting dalam tiang negara dan pendidikan anak-anaknya tertinggal dari laki-laki.


Akhirnya pada tanggal 01 November 1923, Rahmah dengan dukungan dari kakaknya, Zaenuddin Labay dan teman-teman perempuannya di PMDS (Persatuan Murid-murid Diniyyah School) memutuskan untuk mendirikan sekolah khusus Perempuan yang dinamai Diniyah School Putri atau Madrasah Diniyah li al-Banat yang bertempat di Masjid Pasar Usang.

Saat itu, muridnya masih berjumlah 71 orang dan terdiri dari ibu-ibu muda, termasuk putri dari Teungku Panglima Polim dan Hajjah Rangkayo Rasuna Said. Pelajaran yang ajarkan yaitu ilmu agama dan tata bahasa Arab, namun belakangan sekolah ini menerapkan pendidikan modern dengan menggabungkan pendidikan agama, pendidikan sekuler dan pendidikan keterampilan.

“Diniyah School Puteri ini selalu akan mengikhtiarkan penerangan agama dan meluaskan kemajuannya kepada perempuan-perempuan yang selama ini susah mendapatkan penerangan agama Islam dengan secukupnya daripada kaum Lelaki…, Inilah yang menyebabkan terjauhnya penerangan perempuan Islam daripada penerangan agamanya sehingga menjadikan kaum perempuan itu rendam karam ke dalam kejahilan”, kata Rahmah.

Tiga tahun kemudian, gempa hebat mengguncang Sumatera Barat pada tahun 1926, bangunan sekolah dan asrama yang baru ia rintis luluh lantak, meski begitu Rahmah tidak menangis, Rahmah langsung bangkit kembali. Dengan susah payah, ia membangun kembali sekolahnya dengan batangan bambu dua lantai berukuran 12×7 m2 dan menghimpun kembali para muridnya.

Namun, rupanya hal itu tidak cukup, bersama pamannya ia menjelajahi Aceh, Sumatera Utara hingga menyebrangi selat malaka untuk mencari bantuan dana ke Malaysia. Ternyata usahanya tidak sia-sia, Rahmah berhasil mengumpulkan dana yang cukup besar, yaitu sekitar 1569 gulden.
Kiprahnya dalam memajukan pendidikan bagi perempuan, tidak hanya membangun Diniyyah Putri School, tapi Rahmah juga mempelopori sekolah khusus perempuan.

Pada tahun 1955, Rektor Universitas Al Azhar Kairo, Syaikh Abdurrahman Taj berkunjung ke Diniyyah Putri School, ia tertarik dengan sistem pembelajaran khusus yang ada di sekolah tersebut. Dari sana, ia menimba pengalaman dari sekolah yang didirikan oleh Rahmah. Tidak lama setelah kunjungan tersebut, kampus Islam tertua di dunia itu membuka pendidikan khusus Perempuan yang bernama kulliyyΓ’t al-banΓ’t. Waktu itu memang, Al Azhar belum memiliki sekolah pendidikan khusus perempuan.

Dari rektor Al Azhar ini pula, pada tahun 1957, Rahmah mendapat gelar Syaikhah, gelar istimewa yang diberikan hanya untuk orang-orang yang ahli dalam bidang tertentu dan menguasai khazanah ilmu-ilmu keislaman. Gelar tersebut setara dengan gelar Syaikh Mahmoud Shaltout, yang merupakan mantan Rektor Al Azhar.

Menolak Kesetaraan Gender

Pada saat Rahmah masih hidup, gelombang dan wacana tentang emansipasi dan kesetaraan gender di Barat masih terus berlanjut. Meski demikian hal ini tidak mempengaruhi sikap dan pemikirannya, ia tetap pada fitrahnya sebagai perempuan. Cicit atau keturunan keempat Rahmah, Fauziah Fauzan El Muhammady pun mengakui hal ini.

“Apa pandangan Bunda Rahmah terhadap emansipasi wanita? Mengacu pada surat an-Nahl ayat 97 bahwa barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Jadi bunda Rahmah menganggap tidak ada lagi emansipasi wanita karena Islam sudah memberikan porsi”, kata Fauziah Fauzan, pemimpin Perguruan Diniyyah Putri Padang Panjang.

Meski menentang pembatasan mencari ilmu bagi perempuan, namun Rahmah tidak serta merta menjadi seorang Feminis, hal ini terlihat saat Rahmah mengikuti kongres Kaum Perempuan di Batavia pada tahun 1935, ia mewakili kaum ibu Sumatera Tengah.
Dalam kongres tersebut ia memperjuangkan pemakaian busana perempuan Indonesia yang hendaknya memakai kerudung. Selain itu, dalam kongres tersebut, ia juga berusaha memberikan ciri khas budaya Islam ke dalam kebudayaan Indonesia.

Mujahidah Sejati

Jati dirinya sebagai mujahidah sejati, tetap ia buktikan saat menentang pemerintah Jepang yang kala itu masih menjajah Indonesia, ia dan temannya mendirikan organisasi sosial politik seperti ADI (Anggota Daerah Ibu) Sumatera Tengah, tujuannya untuk menentang pengerahan kaum perempuan Indonesia terutama di Sumatera Tengah sebagai jugun ianfu (perempuan penghibur) tentara Jepang.

Kelompok ini menuntut pemerintah Jepang agar menutup rumah kuning (istilah untuk prostitusi waktu itu) karena tidak sesuai dengan kebudayaan dan agama yang dipeluk oleh bangsa Indonesia. Ternyata tuntutan itu berhasil. Perempuan Indonesia tidak lagi menjadi budak pemuas nafsu seks tentara Jepang. Sebagai gantinya, Jepang mendatangkan perempuan-perempuan dari Singapura dan Korea.

Begitu pun saat masa pemerintahan Soekarno, Rahmah berani dan rela dikucilkan Soekarno, karena menentang kedekatan antara presiden Indonesia pertama ini dengan Komunis. Meski dicap sebagai pemberontak oleh pemerintah pusat saat itu karena bergabung dengan PRRI/PERMESTA, namun Rahmah tidak perduli dan menerima kebencian Soekarno pada dirinya dengan lapang dada.

Tidak cukup berhenti sampai di situ, pada tanggal 12 Oktober 1945, Rahmah mempelopori berdirinya TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang anggotanya berasal dari Gyu Gun Ko En Kai atau Laskar Rakyat. Dapur asrama dan harta miliknya direlakan untuk pembinaan TKR yang rata-rata masih muda usia. Ia tidak hanya terkait dengan BKR, TKR, TRI (kemudian berubah jadi TNI), tetapi juga mengayomi barisan pejuang yang dibentuk organisasi Islam seperti laskar Sabilillah, laskar Hizbullah dan lain-lain. Karena sifatnya yang mengayomi, pemuda-pemuda pejuang kemerdekaan menyebutnya sebagai Bundo Kanduang dari barisan perjuangan.

Pada tahun 1952-1954, Rahmah menjadi anggota Dewan Pimpinan Pusat Masyumi di
Jakarta dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sementara untuk periode tahun 1955-1958.

Rahmah menghembuskan nafas terakhirnya pada malam Idul Adha, tanggal 26 Februari 1969. Setidaknya ia telah memberikan kita, kaum perempuan, banyak pelajaran, bahwa menjadi pejuang, menjadi seorang Mujahidah, tidak perlu sampai mengorbankan kewajiban kita sebagai Ibu dan Wanita. Cukuplah Khadijah, Aisyah, Khansa dan Rahmah El Yunusiyah sebagai contoh kita bahwa betapa mulianya tugas kita di hadapan-Nya.

Referensi :
Beberapa bahan diambil dari Keterangan langsung Fauziah Fauzan saat mengisi Seminar Kepahlawanan tanggal 10 November 2012 di Universitas Negeri Jakarta.
Dialog Rahmah diambil dari buku Jajat Burhanuddin, Tentang Perempuan Islam : Wacana dan Gerakan, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2004.
Ahmad Rifa’I, Pahlawan Muslimah tanpa Penghargaan, http://ranahbundo.blogspot.com
Abdullah Ubaid Matraji, Rahmah El Yunusiyah Pendiri Diniyyah Putri Padang Panjang, http://buyamasoedabidin.blogspot.com/…/rahmah-el-yunusiah-p…
Unknown, http://anaksaleh.com/…/70-t…/346-syaikhah-rahmah-el-yunusiah

http://thisisgender.com/rahmah-el-yunusiyyah-mujahidah-dan…/
sumber: thisisgender.com (05)

Sunday, November 1, 2015

Senangnya Nge-Blog

Posted by Tia Roozanty at 8:10 PM
Reactions: 
0 comments Links to this post
Assalamu'alaikum 😊

Pagi ini ceritanya dapat e-mail yang isinya new comment di salah satu postingannya blog aku. Dalam hati berkata ternyata masih ada yang baca ....... Dua tahun vakum nggak nge-blog!! Kangen? Bangeeett.....!!! Moga-moga sebelum tahun ini berakhir ada beberapa posting yang terealisasikan dan terpublikasikan....hihi... Semangaaaat Kaka!! πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

                                                                          
     

Kesenangan yang didapat dari seorang blogger adalah jika blog kita ramai pengunjung....yaeyalaaah! Eh tapi ada yang lebih lebih dari itu. Yaitu saat isi blog kita jadi bernilai manfaat untuk yang membaca. Udah gitu dikasih komentar .....dudududuuuu ...Happy deh. Alhamdulillah nikmat πŸ˜‹

Seperti pagi ini. Ternyata posting blog aku itu banyak juga komentar nya dan baru aku baca....dan hampir semua berterima kasih. Terharuuuuuu.......πŸ˜‚
Alhamdulillah senangnya jika jadi manfaat bagi yang lain. Seperti yang dikatakan Rasulullah SAW. :
"Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

"Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat buat manusia dan amal yang paling dicintai Allah adalah kebahagiaan yang engkau masukkan kedalam diri seorang muslim" (HR. Thabrani)

Siapa sih yang tak mau jadi orang baik. Blog juga bisa jadi sarana penebar kebaikan..... Ayooo nge-blog lagiiiii......

Nge-blog nggak susah kok. Cari aja tutorial nya di Google ... Yah aku juga dulu gitu. Ayo semangat untuk jadi yang bermanfaat πŸ˜„

Wassalamualaikum 😊


Friday, December 13, 2013

Ada Apa Dengan Hati

Posted by Tia Roozanty at 3:37 PM
Reactions: 
3 comments Links to this post

Musim terus berganti sejalan denyut kehidupan
Hitam putih awan berarak bergantian menghiasinya
Hujan lalu terik, matahari kemudian bulannya
Bintang diujung semesta berselimut kesendirian

Setiap detik mulai memperhitungkan kemungkinan
Hari menjadi sangat cepat terlewati tanpa kesan
Hembusan nafas menjadi berat terseret waktu
Ingin rasanya berhenti lalu teriakkan bosanku

Ada apa dengan hati?
Selalu saja mengajak lara mengitari kembali
Kisah yang sudah terlewati dan teranggap mati
Lalu menari-nari di sudut mata dan menanarkan
Rasa yang menyakitkan yang patut diabaikan

Oh, wahai hati.... Dengarkanlah
Bisakah kau ganti lirihmu itu dan berhenti merasa
Bersalah dan gelisahmu itu sangat menyulitkan
Tak bisakah mereda ketakutanmu itu, merasa
Terpuruk semakin dalam di kubangan kelemahan

Tolonglah.... Hentikan dukamu!!
Mungkin jiwa ini tandu
Bilakah kan diam menangis
Jangan ajak diriku dalam nestapa

Ku tahu kau tak mampu membayangkannya
Ku mengerti ini sangat sulit diterka
Namun ku bertanya apakah masih ada masa
Dimana kau bisa berdamai dengan rasa

Pejamkan mata ini bila memang saatnya
Menarik mundur waktu yang merisau
Biarkan saja butir air mata itu
Mungkin memang harus jatuh membasahi

Ahh.... Begitu lemahnya kau
Tapi memang ini resahnya
Menyakitkan untuk dipendam
Meski tak mampu untuk dikisahkan

Dan ku bertanya padamu hati
Bisakah kita selesaikan ini dengan lapang
Jalan yang terjal ku akui
Tapi.... Bisakah kita selesaikan dengan baik

Ingat kembali bagaimana kau bahagia
Usaikan sudah sedih mu itu
Sebelum semua berhenti di suatu detik
Saat cermin tak lagi menangkap ekspresi itu



Oleh : Tia Nilam Roozanty 13.12.13


 

My story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review