Friday, December 7, 2012

Conviction

Posted by Tia Roozanty at 5:55 AM 0 comments

Berbisik di dalam keramaian
Suara tak bersuara tak menyuarakan
Riuh rendah merendahkan sunyi
Dunia ramai beramai - ramai berbunyi

Satu, dua, tiga dan tenggelam
Kemudian sepi datang terdiam
Namun berisyarat menghunus kelam
Dan sepi bukan lara tersenyum dalam

Menyeka peluh di dalamnya lautan
Biarlah disana mengikat kepasrahan
Berjuang bukan tanpa arah fikrah
Disini mengais kesabaran yang fitrah

Menjadi pandai jatuh teman si aral gendala
Jatuh tak mengesah tak jadi kendala
Tepiskan bimbang meragu lalu jatuh ke atas
Maka tak akan ada usaha tak terbalas

Oleh : Tia Nilam Roozanty

Saturday, July 28, 2012

Berfikir Tentang Tanda-Tanda Kekuasaan Allah

Posted by Tia Roozanty at 8:44 AM 0 comments
Dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya. Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut.

Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu

“…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

(QS. Ali 'Imraan [3] : 190-191)

Di banyak ayat dalam Al Qur'an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
"terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal,"
memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah.

Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini:

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

(QS. An-Nahl [16]: 11)

Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.

Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon?

Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah.

Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah. Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita.

Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa? Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon.

Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)."

(QS. Al-An'aam [6] : 59)

"Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan: Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"

(QS. Al-An'aam [6] : 95)

Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jadi teringat salah satu lagu sherina di film Pertualangan Sherina,

"Mengapa bintang bersinar..... Mengapa air mengalir........ Mengapa dunia berputar. Lihat segalanya lebih dekat dan Kau akan mengerti...."


*Coba perhatikan kedua ayat Al-An'aam diatas. Ayat 59 dan 95 :)


Wallahu a'lam






Sumber :
- Berfikir sejak anda bangun tidur pdf. | Bab "Bagaimana memahami ayat Allah di alam" karya Harun Yahya

Thursday, July 12, 2012

Masih Di Malam Ini

Posted by Tia Roozanty at 5:16 AM 4 comments

Dalam gelap sambil mencipta sujud
Dengan harap yang sama ditiap cita
Bernaung di kegelapan bersama jasad
Menuturkan rasa tak jemu meminta


Takkan lelah berharap datangnya keajaiban
Meski waktu habiskan kisah tak jadi beban
Bukan untuk diri tetapi untuk semua cinta
Mereka yang memapah manis di gelap gulita


Melahirkan keindahan di karang kesukaran
Menembus batas dilema yang melenakan
Tak ayal lagi memandang kabut berdebu
Dan kirana pun bersemayam dalam kalbu


Berjuang dibalik mimpi-mimpi tersimpan
Berjuta harapan beralih bintang bersinaran
Masih di malam ini terus ingin mewujudkannya
Dengan hati yang berupaya kuat membendungnya







Karya : Tia Nilam Roozanty (09.Juli.2012)
"Semua kisah pasti ada akhir, dan yakin ku indah"

Saturday, July 7, 2012

Bila Hati Resah Gelisah

Posted by Tia Roozanty at 7:39 AM 1 comments

Bila hati terasa resah gelisah dan gundah gulana
bahkan duka nestapa
Silakan periksa......

Siapa/apa yang mendominasi hati ini

Semakin kuat harap atau takut kepada makhluk, atau
semakin suka/cinta kepada makhluk/benda.
Sehingga mendominasi hati dan pikiran, maka itulah
penyebabnya.

Tak selayaknya.....
Makhluk dan benda yang tak daya dan upaya jadi sandaran ataupun ditakuti, karena segala Kekuasaan dan Ketentuan hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.

Segera kembalikan kepada Yang Maha Kuasa atas
segalanya.
Semakin cepat dikembalikan, semakin dipasrahkan,
semakin yakin akan segala kesempurnaan takdirNYA.
Niscaya hati akan jadi lega, nyaman, mantap
mengarungi episode apapun.

Allah Maha Tau isi hati kita......
Bila hati ini dipenuhi oleh selainNya, Dia tak akan suka.

Bila hati ini dipenuhi olehNya
Segala urusan kita menjadi tanggunganNya.

Niscaya akan mendapatkan sebaik-baik takdir yang
memuaskan dunia akhirat kita..... InsyaAllah




Sumber : Status temen FB

Saturday, June 16, 2012

Sebelumnya

Posted by Tia Roozanty at 6:05 AM 4 comments

Sebelumnya tak pernah tebersit
Rasa sejenak namun ku terbesit
Sebelumnya tak pernah terlintas
Bayangan renjana yang terlantas
Merasuki prioritas.....


Sebelum ini ingkar melingkari diri
Nurani yakinkan jalani sendiri
Sebelum ini hati tak hendak berlari
Sembunyi dari pertanyaan berduri
Membuatku mencari.....


Kini kau buat ku menangisi
Tentang rasa ini di satu sisi
Tak perlu ku berbagi semua kisah
Akan ada banyak kecewa bersimbah


Sekarang jangan tanyakan lagi
Tentang rasa ini aku tak mengerti
Menyelinap masuk tak terkendali
Jangan paksa hati lebih baik pergi


Tak akan sama jadinya dengan sebelumnya
Tak mudah kembali membersihkannya
Hanya tak ingin terlena yang bukan waktunya
Nanti pun akan ku raih kehadirannnya







Oleh: Tia Nilam Roozanty (16.06.02)
"Masih percaya tentang datangnya ......"

Sunday, June 10, 2012

Cara Menauhidkan Hati

Posted by Tia Roozanty at 6:18 AM 2 comments
Melanjutkan pokok bahasan posting yang sebelumnya. Setelah mengenal serta mengetahui makna kalimat tauhid, diri ini pun bertanya-tanya. Lantas bagaimana menauhidkan hati ini, sehingga perbuatan terlandasi oleh kalimat tauhid. Mungkin syarat-syarat kalimat tauhid dapat dijadikan cara untuk menauhidkan hati. Yuukk dicoba :)

Para ulama telah menyebutkan bahwa makna "Laa Ilaaha Illallah" ini mengandung beberapa syarat yang jika tidak terpenuhi maka dia tidak akan sempurna.

Berikut ini syarat-syarat kalimat "Laa Ilaaha Illallah" sebagai cara menauhidkan hati :

1. Memahami maknanya, maksudnya dan apa-apa yang dilarangnya serta apa-apa yang menjadi tuntutannya.

"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu."

(QS. Muhammad : 19)

Pada riwayat Muslim di dalam kitab shahihnya dari Utsman radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wa Sallam bersabda:

"Barangsiapa yang mati dan dia mengetahui bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan sebanarnya kecuali Allah maka dia pasti masuk surga"

Dan banyak manusia yang mengucapkannya dengan lisannya semata namun dia tidak mengetaui apaun dari artinya, oleh karena itulah mereka terjebak di dalam kesyirikan.

"Hai manusia sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu agar kamu bertakwa.Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui ."

(QS. Al-Baqarah [2] : 21-22)

Memahami makna kalimat tauhid, baik dari sisi penafian (peniadaan) maupun dari sisi penetapan. Paham bahwa kita harus menjauhi dan meninggalkan segala macam bentuk sesembahan dan peribatadan kepada selain Allah, bara' darinya dan para pelakunya dan hanya beribadah kepada Allah semata dalam segala bentuk ibadah dalam arti yang luas, sebagaimana telah berlalu penjelasan makna ibadah dan sifatnya. Sehingga tidak terjadi kontradiksi antara amaliyah dan ucapan. Sebagaimana Orang-orang kafir quraisy jaman dahulu, mereka konsisten dengan kemusyrikannya dan mereka paham betul makna "Laa ilaaha illallah", makanya mereka ketika diseru untuk mengucapkan "Laa ilaaha illallah", mereka tidak mau dan menjawab dengan konsekwensi dari kalimat tersebut. Allah berfirman:

"Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, Dan mereka berkata: “Apakah Sesungguhnya Kami harus meninggalkan sembahan-sembahan Kami karena seorang penyair gila? "

(QS. Ash-shaffat : 35-36)

2. Keyakinan yang menghilangkan keraguan.

Yaitu orang yang mengucapkannya harus meyakini apa-apa yang ditunjukkan oleh makna kalimat ini. Dan jika di dalam hatinya terdapat keraguan terhadap apa yang ditunjukkan oleh makna kalimat ini maka ucapannya tersebut tidak memberikan manfaat apapun baginya.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu....."

(QS. Al-Hujurat : 15)

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam bersabda:

"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah, dan sesungguhnya aku adalah utusan Allah, maka tidaklah seorang hamba yang bertemu Allah dengan meyakini kalimat tersebut dan dirinya tidak ragu dengannya kecuali dia akan masuk surga. "

Apabila seseorang ragu-ragu dalam keimanannya, maka termasuklah dia dalam orang-orang munafik. Allah Ta'ala mengatakan kepada orang-orang munafik tersebut,

"Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya."

(QS. At Taubah : 45)

Dari Abu Hurairah r.a , Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda :

"Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan aku adalah utusan Allah. Seorang hamba yang bertemu Allah dengan keduanya dalam keadaan tidak ragu-ragu, Allah tidak akan menghalanginya untuk masuk surga." (HR. Muslim)

3. IKhlas yang menghapuskan kesyirikan.

Seseorang tidak mengucapkannya karena riya' atau sum'ah. Allah Ta'ala berfirman,

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada -Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus."

(QS. Al-An'am : 5)

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari di dalam kitab shihihnya dari Abi Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammad salallahu'alaihi wa salam bersabda:

"Orang yang paling bahagia dengan syafa'atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan dengan ikhlas dari dirinya"

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah ketaatan (baca: ibadah) yang ikhlas (bersih dari syirik)."

(QS. Az-Zumar [39] : 3)

4. Kebenaran yang menghapuskan kebohongan.

Mengucapkan kalimat dengan benar bersumber dari hatinya.

"(1) Alif laam miim (2) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. (3) Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

(QS. Al-Ankabut : 1-3)

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim di dalam kitab shahihnya dari Mu'adz bin Jabal radhiallahu anhu bahwa Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi wa Sallam bersabda:

"Tidak ada seorangpun yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dengan ucapan yang benar-benar dari hatinya kecuali Allah mengharamkan dirinya dari api neraka"

Di dalam hadits ini disyaratkan pengucapan kalimat ini dengan sebenar-benarnya.

Untuk mendapatkan keselamatan dari api neraka tidak hanya cukup dengan mengucapkan kalimat tauhid tersebut, tetapi juga harus disertai dengan pembenaran (kejujuran) dalam hati. Maka semata-mata diucapkan tanpa disertai dengan kejujuran dalam hati, tidaklah bermanfaat.

5. Cinta yang menghapuskan kebencian.

Mencintai kalimat ini dan apa yang ditunjukkan oleh kalimat ini serta orang-orang yang berbuat dengan tuntutan kalimat ini.

"Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. "

(QS. Al-Baqarah [2] : 165)

Maksudnya adalah seseorang yang mengucapkan kalimat ini mencintai (tidak benci pada) Allah, Rasul dan agama Islam serta mencintai pula kaum muslimin yang menegakkan kalimat ini dan menahan diri dari larang-laranganNya.

Dalam ayat ini, Allah mengabarkan bahwa orang-orang mukmin sangat cinta kepada Allah. Hal ini dikarenakan mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun dalam cinta ibadah. Sedangkan orang-orang musyrik mencintai sesembahan-sesembahan mereka sebagaimana mereka mencintai Allah. Tanda kecintaan seseorang kepada Allah adalah mendahulukan kecintaan kepada-Nya walaupun menyelisihi hawa nafsunya dan juga membenci apa yang dibenci Allah walaupun dia condong padanya. Sebagai bentuk cinta pada Allah adalah mencintai wali Allah dan Rasul-Nya serta membenci musuhnya, juga mengikuti Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, mencocoki jalan hidupnya dan menerima petunjuknya.

6. Tunduk terhadap apa yang ditunjukkan oleh kalimat Tauhid.

Yaitu tunduk yang menghapuskan sikap meninggalkan tuntutan kalimat ini. Maka wajib bagi orang yang beriman untuk tunduk terhadap makna yang dikandung oleh kalimat baik secara lahiriyah atau bathiniyah.

"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan"

(QS. Al-Nisa' : 125)

Kepasrahan adalah bentuk ketundukan kepada perintah Allah Subahanahu Wa Ta'ala.

Maksudnya adalah meniadakan sikap meninggalkan yaitu seorang yang mengucapkan "Laa ilaaha illallah" haruslah patuh terhadap syari'at Allah serta tunduk dan berserah diri kepada-Nya. Karena dengan inilah, seseorang akan berpegang teguh dengan kalimat "Laa ilaaha illallah". Oleh karena itu, Allah Ta'ala berfirman,

"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh."

(QS. Luqman [31] : 22)

Yang dimaksudkan dengan "telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh" adalah telah berpegang dengan "Laa ilaaha illallah".

7. Penerimaan yang menghapuskan penolakan.

Maka wajib menerima apa yang menjadi tuntutan kalimat ini baik berupa ibadah kepada Allah Subahanahu Wa Ta'ala semata tanpa mempersekutukan Nya dengan sesuatu apapun dan meninggalkan peribadatan kepada selain Allah Subahanahu Wa Ta'ala, maka barangsiapa yang mengucapkannya namun dia tidak menerima apa yang menjadi tuntutan kalimat ini maka dia termasuk orang yang dikatakan oleh Allah Subahanahu Wa Ta'ala di dalam firman Nya,

"Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka : Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri."

(QS. Al-Shoffat : 35)

Dalam kitab shohih dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam, beliau bersabda,

Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang aku bawa dari Allah adalah seperti air hujan lebat yang turun ke tanah. Di antara tanah itu ada yang subur yang dapat menyimpan air dan menumbuhkan rerumputan. Juga ada tanah yang tidak bisa menumbuhkan rumput (tanaman), namun dapat menahan air. Lalu Allah memberikan manfaat kepada manusia (melalui tanah tadi); mereka bisa meminumnya, memberikan minum (pada hewan ternaknya) dan bisa memanfaatkannya untuk bercocok tanam. Tanah lainnya yang mendapatkan hujan adalah tanah kosong, tidak dapat menahan air dan tidak bisa menumbuhkan rumput (tanaman). Itulah permisalan orang yang memahami agama Allah dan apa yang aku bawa (petunjuk dan ilmu) bermanfaat baginya yaitu dia belajar dan mengajarkannya.  Permisalan lainnya adalah permisalah orang yang menolak (petunjuk dan ilmu tadi) dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku bawa." (HR. Bukhari no. 79 dan Muslim no. 2093. Lihat juga "Syarh An Nawawi", 7/483 dan "Fathul" "Bari" , 1/130)

8. Mengingkari setiap sesembahan selain Allah Subahanahu Wa Ta'ala.

Seperti penyembahan terhadap toghut dan menetapkan ibadah hanya kepada Allah Subahanahu Wa Ta'ala semata.

"Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat."

(QS. Al-Baqarah: 256)

Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Malik dari bapaknya bahwa Nabi Muhammad salallahu'alaihi wa salam bersabda,

"Barangsiapa yang mengucapkan "Laa ilaaha Illallah" dan meningkari penyembahan selain Allah maka harta dan darahnya menjadi haram dan perhitungan dirinya diserahkan kepada Allah."


InsyaAllah dengan memgetahui syarat sah nya kita mengucapkan kalimat tauhid senantiasa menauhidkan hati kita selalu. Aamiin ^•^

Wallahu a'lam









Sumber :
• Makna Kalimat Tauhid Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi-islamhouse.com | pdf
• http://rumahbelajarku.wordpress.com/2010/07/22/syarat-syarat-kalimat-tauhid/
• http://mimbartauhid.wordpress.com/2011/10/17/syarat-kalimat-tauhid-%E2%80%9Claa-ilaha-illallah%E2%80%9D/
• http://faisalchoir.blogspot.com/2011/05/keutamaan-dan-syarat-kalimat-laa-ilaha.html?m=1

Sunday, May 13, 2012

Worry

Posted by Tia Roozanty at 6:24 AM 2 comments

Every night like this, I Come to You with my worry
Bad feeling in My heart
Every single day and Every night
Hoping My anxiety turns into glory

When I wake up in the morning
And this Life keeps on turning
I am not a Worrywart
I can run fast like a Dart

No worry....
Because You are in My heart
Always be here when I start
All the things that make Me happy
And feel lucky with this destiny

In the silence,
I Look in the mirror and speak with another me

The sun has just risen
Throw away that sullen
Get up! Build up Your all dreams
Cheer up! Keep previously Your fears

If worry......
Immediately swing the bold step
Do not get lost, hold tight the map
Do not be afraid and sad, just let it flow
Try harder, be stronger and You will glow





By. Tia Nilam Roozanty (13.05.12)
 

My story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review