Showing posts with label Coretan Hati. Show all posts
Showing posts with label Coretan Hati. Show all posts

Saturday, October 15, 2016

MENGAPA SEDIH

Posted by Tia Roozanty at 8:21 PM 5 comments





Ku pelankan suara hatiku yang mulai berteriak
Mungkin karena marah pada lemahnya diri
Atau mungkin karena tak mampu mengartikan kebosanan
Sudah saja, mulai basahlah mata ini

Takdir Tuhan yang selalu tidak mudah dipahami
Maafkan aku yang cemburu,
Maafkan aku yang pengeluh,
Maafkan aku yang tak pintar 

Terkadang hanya butuh bicara
Tapi tak semudah saat berharap
Sehingga sepi di ujung ruang hati
Merasa sendiri tak berteman, tak bahagia

Mata ini terlalu sering basah
Hati ini rapuh meski merasa tangguh
Apa yang salah padaku
Seakan akan tenggelam dalam lara

Terlalu terlarut pada ego yang merumit
Sering kali tak tahu apa arti resah ini
Entah apa yang ku ingin dalam sepi
Jelaskanlah mengapa hatiku biru

Karena rasanya tak ingin bernafas lagi........





By. TIA NILAM ROOZANTY
(Ahad, 16 Oktober 2016)

Friday, December 13, 2013

Ada Apa Dengan Hati

Posted by Tia Roozanty at 3:37 PM 3 comments

Musim terus berganti sejalan denyut kehidupan
Hitam putih awan berarak bergantian menghiasinya
Hujan lalu terik, matahari kemudian bulannya
Bintang diujung semesta berselimut kesendirian

Setiap detik mulai memperhitungkan kemungkinan
Hari menjadi sangat cepat terlewati tanpa kesan
Hembusan nafas menjadi berat terseret waktu
Ingin rasanya berhenti lalu teriakkan bosanku

Ada apa dengan hati?
Selalu saja mengajak lara mengitari kembali
Kisah yang sudah terlewati dan teranggap mati
Lalu menari-nari di sudut mata dan menanarkan
Rasa yang menyakitkan yang patut diabaikan

Oh, wahai hati.... Dengarkanlah
Bisakah kau ganti lirihmu itu dan berhenti merasa
Bersalah dan gelisahmu itu sangat menyulitkan
Tak bisakah mereda ketakutanmu itu, merasa
Terpuruk semakin dalam di kubangan kelemahan

Tolonglah.... Hentikan dukamu!!
Mungkin jiwa ini tandu
Bilakah kan diam menangis
Jangan ajak diriku dalam nestapa

Ku tahu kau tak mampu membayangkannya
Ku mengerti ini sangat sulit diterka
Namun ku bertanya apakah masih ada masa
Dimana kau bisa berdamai dengan rasa

Pejamkan mata ini bila memang saatnya
Menarik mundur waktu yang merisau
Biarkan saja butir air mata itu
Mungkin memang harus jatuh membasahi

Ahh.... Begitu lemahnya kau
Tapi memang ini resahnya
Menyakitkan untuk dipendam
Meski tak mampu untuk dikisahkan

Dan ku bertanya padamu hati
Bisakah kita selesaikan ini dengan lapang
Jalan yang terjal ku akui
Tapi.... Bisakah kita selesaikan dengan baik

Ingat kembali bagaimana kau bahagia
Usaikan sudah sedih mu itu
Sebelum semua berhenti di suatu detik
Saat cermin tak lagi menangkap ekspresi itu



Oleh : Tia Nilam Roozanty 13.12.13


Suatu Ketika Di Subuh Hari

Posted by Tia Roozanty at 3:12 PM 0 comments

Menanti pagi di kesunyian kegelapan
Jika gemericik air mulai terdengar
Saat embun mulai membasahi dedaunan
Disana burung-burung merapikan sayapnya

Desir angin perlahan membawa nafas subuh
Terbangun dari lelahnya perjalanan mimpi
Ditinggalkannya bunga-bunga tidurnya
Yang berwarna-warni menghiasi malamnya

Derap langkah pencari harumnya syurga
Melangkah maju di keheningan
Tak berhenti meski kelam berselimut dingin
Satu keridhoan yang tertuju, rumahNya

Kencana sang surya belum lagi datang
Kalimat penyeruMu syahdu bersautan
Ayam-ayam menegakkan kepalanya
Pepohonan seraya tunduk pada kebesaranMu

Sudut-sudut kehidupan mulai menyapa
Kantuk bergelantung pada jiwa perugi
Senyum mengembang pada hati perindu
Tahukah, malaikat menyaksikan sujudmu

Bintang gemintang satu persatu menutup mata
Bersembunyi dalam kehangatan sinar fajarNya
Dinginnya alam pun memudar menyambut pagi
Langit melukis dirinya menghidupkan kembali awan
Dan warna-warna cerah terbentang indah

Selamat datang pagi, cerahkanlah hariku.........






Oleh : Tia Nilam Roozanty (14.09.13 ~ 04:18 AM)

Friday, December 7, 2012

Conviction

Posted by Tia Roozanty at 5:55 AM 0 comments

Berbisik di dalam keramaian
Suara tak bersuara tak menyuarakan
Riuh rendah merendahkan sunyi
Dunia ramai beramai - ramai berbunyi

Satu, dua, tiga dan tenggelam
Kemudian sepi datang terdiam
Namun berisyarat menghunus kelam
Dan sepi bukan lara tersenyum dalam

Menyeka peluh di dalamnya lautan
Biarlah disana mengikat kepasrahan
Berjuang bukan tanpa arah fikrah
Disini mengais kesabaran yang fitrah

Menjadi pandai jatuh teman si aral gendala
Jatuh tak mengesah tak jadi kendala
Tepiskan bimbang meragu lalu jatuh ke atas
Maka tak akan ada usaha tak terbalas

Oleh : Tia Nilam Roozanty

Thursday, July 12, 2012

Masih Di Malam Ini

Posted by Tia Roozanty at 5:16 AM 4 comments

Dalam gelap sambil mencipta sujud
Dengan harap yang sama ditiap cita
Bernaung di kegelapan bersama jasad
Menuturkan rasa tak jemu meminta


Takkan lelah berharap datangnya keajaiban
Meski waktu habiskan kisah tak jadi beban
Bukan untuk diri tetapi untuk semua cinta
Mereka yang memapah manis di gelap gulita


Melahirkan keindahan di karang kesukaran
Menembus batas dilema yang melenakan
Tak ayal lagi memandang kabut berdebu
Dan kirana pun bersemayam dalam kalbu


Berjuang dibalik mimpi-mimpi tersimpan
Berjuta harapan beralih bintang bersinaran
Masih di malam ini terus ingin mewujudkannya
Dengan hati yang berupaya kuat membendungnya







Karya : Tia Nilam Roozanty (09.Juli.2012)
"Semua kisah pasti ada akhir, dan yakin ku indah"

Saturday, June 16, 2012

Sebelumnya

Posted by Tia Roozanty at 6:05 AM 4 comments

Sebelumnya tak pernah tebersit
Rasa sejenak namun ku terbesit
Sebelumnya tak pernah terlintas
Bayangan renjana yang terlantas
Merasuki prioritas.....


Sebelum ini ingkar melingkari diri
Nurani yakinkan jalani sendiri
Sebelum ini hati tak hendak berlari
Sembunyi dari pertanyaan berduri
Membuatku mencari.....


Kini kau buat ku menangisi
Tentang rasa ini di satu sisi
Tak perlu ku berbagi semua kisah
Akan ada banyak kecewa bersimbah


Sekarang jangan tanyakan lagi
Tentang rasa ini aku tak mengerti
Menyelinap masuk tak terkendali
Jangan paksa hati lebih baik pergi


Tak akan sama jadinya dengan sebelumnya
Tak mudah kembali membersihkannya
Hanya tak ingin terlena yang bukan waktunya
Nanti pun akan ku raih kehadirannnya







Oleh: Tia Nilam Roozanty (16.06.02)
"Masih percaya tentang datangnya ......"

Sunday, May 13, 2012

Worry

Posted by Tia Roozanty at 6:24 AM 2 comments

Every night like this, I Come to You with my worry
Bad feeling in My heart
Every single day and Every night
Hoping My anxiety turns into glory

When I wake up in the morning
And this Life keeps on turning
I am not a Worrywart
I can run fast like a Dart

No worry....
Because You are in My heart
Always be here when I start
All the things that make Me happy
And feel lucky with this destiny

In the silence,
I Look in the mirror and speak with another me

The sun has just risen
Throw away that sullen
Get up! Build up Your all dreams
Cheer up! Keep previously Your fears

If worry......
Immediately swing the bold step
Do not get lost, hold tight the map
Do not be afraid and sad, just let it flow
Try harder, be stronger and You will glow





By. Tia Nilam Roozanty (13.05.12)

Tuesday, March 27, 2012

Cinta Mu

Posted by Tia Roozanty at 5:55 AM 3 comments


Semua kisah ini kumpulan serabut
Cinta sempurna di balik kabut
Tampilan warna keindahan
Setelah lalui setumpuk kesalahan

Ketika hati menyimpan lara sendiri
Sembiluan menyangsikan nurani
Kau hadir tawarkan sejuta afeksi
Membelai kalbu membingkai sanubari

Takkan dapat terlukiskan
Dunia ini tanpa warna Cinta Mu
Tak mampu membayangkan
Jika bukan Cinta Mu di relung kalbu

Kau yang pasti mampu memberikan
Renjana meski terulang pengkhiatan
Tak pernah berhenti menciptakan
Hibat di setiap detikan hati yang mendambakan

Mampukan diri ini membawanya mati
Sanggupkan jiwa ini di terbatasnya waktu
Mempertahankannya melewati masa
Atas nama cinta ku,
izinkan aku menyebut nama Mu di akhir nafas ku







- ......Aku yang mengkhianati dan mendamba Mu,
Tia Nilam Roozanty. Maafkan aku, cintai aku.......-

Friday, February 17, 2012

Merindu Sujud

Posted by Tia Roozanty at 4:01 AM 4 comments


Dalam kerinduan yang menyelimuti keheningan
Terjaga dari beratnya lelap dalam senyap
Namun rindu dan keinginan membuatnya lenyap
Seakan menghilang terbenamkan kesunyian

Tetap dalam rindu hati meminta
Pada pemilik malam dan hari keabadian
Berikan ku kesempatan menikmati sentuhan
Terdekat ku, menyungkum tanah

Sabarlah wahai hati yang menangis
Karena rindumu bukanlah semu
Jiwa mu tak serapuh raga mu
Meski gelombang terus mengikis

Jalannya memang di tanah tegar
Keras dan kering tak harus gersangkan
Keyakinan, ini adalah langkah besar
Terbitkan fajar hingga tersampaikan

Datangkanlah lagi malam Mu
Ku akan datang bersama rindu
Tak akan mereda ku mengadu
Bahwa bintang kemintang menanti sujud ku





Oleh : Tia Nilam Roozanty (17.Feb.12)

Tuesday, February 7, 2012

Tegakkan Sabarku

Posted by Tia Roozanty at 4:01 AM 6 comments

Sepi bukan untuk sedih
Sendiri bukan berarti perih
Biar saja bait ini menemani
Agar pilu tak jadi hadir

Mungkin belum saatnya
Mungkin kelak waktunya
Tak perlu ragu
Tak usah sendu

Jangan pernah mencoba mendua
Meski tak kuat merindu
Selalu ada tempat semua pinta
Selalu ada cara membuka pintu

Wahai Engkau Dzat Maha Indah
Maka indahkanlah hidupku
Engkau Yang Satu Maha Mulia
Maka muliakanlah jalanku

Merakit keberanian
Menganyam ketangguhan
Ku serahkan duka gembiraku
Ku mohon tegakkan sabarku



Oleh : Tia Nilam Roozanty (28.Jan.2012)
"Jadikan Sabar dan Sholat sebagai Penolong"

Saturday, January 21, 2012

Di Balik Mendung

Posted by Tia Roozanty at 2:15 AM 4 comments
Hembus angin menyapu alam
Kemudian berlalu
Ranting berayun-ayun malu
Kemudian terdiam

Awan putih beranjak hilang
Beralihkan langit kelam lebam
kilat menyambar berdahanam
Mentari pun tak lagi terang

Tersengur-sengut hati dibawa lari
Melantas dalam jauhi sanubari
Agar tak merusaki rihlah
Agar tak menjadi salah

Murung mendung menyukarkan hati
Riang pelangi warnai hari
Dibalik mendung bukan berarti hujan
Maka dengarlah burung bersajak ringan

Dimana hati tersimpan disitu ia tersemai
Menjadi arang ataukah berlian
Ikhlaskan takdir sampai di penantian
Menuai bahagia hingga nyawa putus usai






Oleh : Tia Nilam Roozanty (19.Jan.12)
Disuatu sore dalam pembaringan dan pembelajaran ku coba artikan perasaan hati ini dalam karya.

Tuesday, January 3, 2012

Pelangi Hatiku

Posted by Tia Roozanty at 2:38 AM 0 comments
Terbuka senyum dengan pelangi di dalam hati
Dengarlah suara hatiku bersenandung
Nada-nada mengalun mendung berganti
Warna-warni rasa ini lantas riang


Di batas senja ku berbaring
Merasakan kembali dinding hati berwarna
Sentuhan yang teramat dalam lama terlena
Getaran bisikan jiwa yang dulu nyaring


Jiwa bertahan bukan tergeming
Hingga semua kembali dan menjadi mungkin
Terbangku bukan melabang
Hanya mencari tarekat dalam takdir


Setiap kisah hadirkan warna
Hadir dalam bentuk nadir
Terkumpul indah di tiap nadi
Menembus hati menjadi pelangi


Dengarlah pelangi hatiku kesungguhan hatiku
Katakan pada pemilik hati ini semua yakinku
Uraikan saja untaian warna puisi hidupku
Kisah diriku yang mampu menaklukkan waktu




Oleh : Tia Nilam Roozanty (03.01.11)
Di ujung temaram ku tuliskan coretan hati ini

Tuesday, December 13, 2011

Bunga Di Tepi Jalan

Posted by Tia Roozanty at 4:48 PM 2 comments


Bunga di tepi jalan itu begitu ikhlas
Kelopaknya tak ada warna memelas
Rona keindahan yang begitu jelas
Menarik hati kumbang pemalas


Angin selalu membuatmu menari riang
Seakan terbang tinggi menjulang
Menyematkan mimpimu di dada sang bintang
Dan batinnya terus berdendang


Jika tandus membuatmu menangis
Selalu ada dedaunan buyarkan perih
Mungkin hujan kan datang tepiskan sedih
Biarlah akar menjadi kuat dan jadikan engkau bunga
termanis





“Bunga di Tepi Jalan”
oleh: Neelam 26.08. 10

Saturday, November 12, 2011

BATINKU, DIRIKU DAN DIRINYA

Posted by Tia Roozanty at 5:22 AM 3 comments
Jika terdengar suara dari ruangan gelap ini
Bisa jadi itulah aku
Datar bergetar rapuh namun terasa bergelegar karna sepi
Sendu tercekik tangis teredam perih menyayat kata
Sendiri menatap gelap dalam senyap ditemani si perayap dinding kelam ini


Dimanakah kau tawa?
Tak di saku tak pula di kantong
Jelas bodoh jika mencarinya disana di tempat yang sama
Coba tengok relung relung hatimu
Datangi setiap sudut cinta, mimpi dan harapan
Panggil dia teriakkan namanya!!
Hingga dirimu sendiripun terkejut
Terkaget saat menemukannya
Tersadar dalam bimbang bahwa hatimu tak kosong
.......................
Dan aku pun tersenyum dalam gelap


Masih dalam hening ku terfikir
Biar diam ku ini menjadi sabarku
Biar tenangku ini menjadi syukurku
Biar senyum ku ini menjadi ikhlasku


Mau ku semua sesuai ingin ku
Mau ku semua berubah sebaik harapku
Namun tak semua inginku seperti mau Nya
Namun tak semua perubahan seperti mau Nya


Seperti itulah hidup seperti inilah takdir
Yang mau menerima dia akan bahagia
Keputusan Nya harus lah buat kita tersenyum
Bukan tersenyum dalam duka bukan dalam tangis bukan pula dalam perihmu
Namun tersenyum dalam keikhlasan dalam kesabaran dan dalam rasa syukurmu


Ingatkan aku ya Allaaaah............
Jadikan semua takdirmu senyum di bibirku
Bangunkan aku saat terpuruk
Jadikan ku siap di setiap takdir Mu
Peluk aku dekap jiwa ku bersihkan niat ku luruskan langkahku
Jadikan aku hambamu yang beruntung melalui ini semua
Merasa teranugrahi merasa disayangi


Duhai Allah.............
Kuatkan hati ini sabarkan aku sembuhkan penyakitku


By. Tia Nilam Roozanty
Di suatu sore, di hari raya kurban 10 dzulhijah 1432 H

Friday, October 21, 2011

Awal Sebuah Kisah

Posted by Tia Roozanty at 3:35 AM 0 comments
Assalamu'alaikum


Hay, ini blog baru saya, dengan mencoba menulis saya harap bisa lebih kreatif. Disini saya ingin menceritakan sedikit tentang diri saya. Saya seorang gadis yang kata banyak orang periang (kataaanya). Dulu saya pernah kuliah Fisioterapi di Universitas Indonesia, nilainya bagus dong.....dengan penuh obsesi dan semangat tinggi yakin akan jadi yang terbaik. Semester pertama IP 3.4 lalu semester ke dua IP 3.9. Nilai anatomi saya A.....pokoknya banyak yang A. Namun takdir berkata lain, di semester ketiga saya kuliah saya jatuh sakit. Yah memang ada adegan jatuhnya siiih...


Semua diawali dengan rasa sakit pegal di tangan sebelah kanan. Padahal saya tidak membawa beban seperti tas di pundak sebelah kanan. Lalu rasa nyeri yang hebat ketika bersin dan batuk, rasa nyeri menjalar seperti kesetrum terjadi dari siku sampai kelingking. Seperti tersetrum dengan rasa nyeri hebat seperti terjatuh dari ketinggian, rasa sakit yang amat sangat, yang sudah saya lupakan. Bahkan tidak hanya saat bersin dan batuk namun terjadi saat ada hentakan. Seperti htersandung (meski sedikut kesandungnya, tersandung batu kecil), lalu saat naik bis jika posisi di belakang saat ajlut ajlutan. Sakit luuuar biasa, pernah saya sampai menangis di bis. Bahkan tertawa pun saat itu rasanya sakit. Jadi saat bersin, batuk, tersandung, hentakan, turun tangga, berlari, jalan cepat dan tertawa semua terasa sakit yang sama. Yaitu di sekitar tangan kanan dari siku sampai kelingking. Tepatnya sepanjang nervus ulnaris (sepertinya seperti itu). Di bagian bahu kanan mengalami spasme yg jika dipegang otot bagian itu terasa keras. Sakit dan pegal.
 

My story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review