Saturday, July 28, 2012

Berfikir Tentang Tanda-Tanda Kekuasaan Allah

Posted by Tia Roozanty at 8:44 AM 0 comments
Dalam Al Qur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya. Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut.

Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu

“…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

(QS. Ali 'Imraan [3] : 190-191)

Di banyak ayat dalam Al Qur'an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?"
"terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal,"
memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah.

Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini:

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

(QS. An-Nahl [16]: 11)

Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.

Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon?

Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah.

Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah. Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita.

Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa? Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon.

Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:

"Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)."

(QS. Al-An'aam [6] : 59)

"Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan: Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?"

(QS. Al-An'aam [6] : 95)

Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Jadi teringat salah satu lagu sherina di film Pertualangan Sherina,

"Mengapa bintang bersinar..... Mengapa air mengalir........ Mengapa dunia berputar. Lihat segalanya lebih dekat dan Kau akan mengerti...."


*Coba perhatikan kedua ayat Al-An'aam diatas. Ayat 59 dan 95 :)


Wallahu a'lam






Sumber :
- Berfikir sejak anda bangun tidur pdf. | Bab "Bagaimana memahami ayat Allah di alam" karya Harun Yahya

Thursday, July 12, 2012

Masih Di Malam Ini

Posted by Tia Roozanty at 5:16 AM 4 comments

Dalam gelap sambil mencipta sujud
Dengan harap yang sama ditiap cita
Bernaung di kegelapan bersama jasad
Menuturkan rasa tak jemu meminta


Takkan lelah berharap datangnya keajaiban
Meski waktu habiskan kisah tak jadi beban
Bukan untuk diri tetapi untuk semua cinta
Mereka yang memapah manis di gelap gulita


Melahirkan keindahan di karang kesukaran
Menembus batas dilema yang melenakan
Tak ayal lagi memandang kabut berdebu
Dan kirana pun bersemayam dalam kalbu


Berjuang dibalik mimpi-mimpi tersimpan
Berjuta harapan beralih bintang bersinaran
Masih di malam ini terus ingin mewujudkannya
Dengan hati yang berupaya kuat membendungnya







Karya : Tia Nilam Roozanty (09.Juli.2012)
"Semua kisah pasti ada akhir, dan yakin ku indah"

Saturday, July 7, 2012

Bila Hati Resah Gelisah

Posted by Tia Roozanty at 7:39 AM 1 comments

Bila hati terasa resah gelisah dan gundah gulana
bahkan duka nestapa
Silakan periksa......

Siapa/apa yang mendominasi hati ini

Semakin kuat harap atau takut kepada makhluk, atau
semakin suka/cinta kepada makhluk/benda.
Sehingga mendominasi hati dan pikiran, maka itulah
penyebabnya.

Tak selayaknya.....
Makhluk dan benda yang tak daya dan upaya jadi sandaran ataupun ditakuti, karena segala Kekuasaan dan Ketentuan hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta'ala semata.

Segera kembalikan kepada Yang Maha Kuasa atas
segalanya.
Semakin cepat dikembalikan, semakin dipasrahkan,
semakin yakin akan segala kesempurnaan takdirNYA.
Niscaya hati akan jadi lega, nyaman, mantap
mengarungi episode apapun.

Allah Maha Tau isi hati kita......
Bila hati ini dipenuhi oleh selainNya, Dia tak akan suka.

Bila hati ini dipenuhi olehNya
Segala urusan kita menjadi tanggunganNya.

Niscaya akan mendapatkan sebaik-baik takdir yang
memuaskan dunia akhirat kita..... InsyaAllah




Sumber : Status temen FB
 

My story Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review